BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40 Ekonomi Dunia di 2025

BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40 Ekonomi Dunia di 2025

Ekonomi | sindonews | Senin, 20 April 2026 - 08:04
share

Pangsa pasar blok ekonomi BRICS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencetak rekor tertinggi sebesar 39,2 pada 2025, sekaligus memperlebar jarak dominasi dengan kelompok negara maju G7. Pencapaian monumental ini menandai pergeseran kekuatan ekonomi dunia dari Barat menuju negara-negara berkembang di tengah momentum keketuaan India di dalam aliansi tersebut.

"Perubahan ini bersifat fundamental dan tidak dapat dielakkan," ujar Wakil Kepala Staf Administrasi Kepresidenan Rusia, Maxim Oreshkin, dalam sebuah forum di St. Petersburg dikutip dari TASS, Senin (19/4/2026).

Baca Juga:Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

Berdasarkan paritas daya beli (PPP), ekonomi BRICS saat ini telah melampaui angka 40 dari total PDB global. Sementara, data Dana Moneter Internasional (IMF) yang diolah kantor berita RIA Novosti menyebutkan pangsa PDB BRICS meningkat 0,5 poin persentase sepanjang 2025.

Sebaliknya, kelompok G7 justru mengalami penurunan ke titik terendah bersejarah sebesar 28,3. Sebagai perbandingan, pada tahun 1992, G7 tercatat masih menguasai 63 ekonomi dunia, yang menunjukkan terjadinya tren dedominasi Barat selama tiga dekade terakhir.Penguatan posisi ekonomi ini terjadi saat India resmi menjadi tuan rumah Forum Akademik BRICS perdana di New Delhi pada 17-18 April. Di bawah kepemimpinan India, aliansi yang kini mencakup Indonesia, Mesir, dan UEA ini mengusung tema pembangunan ketangguhan, inovasi, dan kerja sama berkelanjutan.

Fokus utama keketuaan kali ini mencakup penguatan sektor pendidikan, teknologi, serta pertumbuhan yang inklusif bagi seluruh anggota. Laporan World Economic Outlook dari IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global berada di angka 3,1 pada 2026.

Meskipun pasar negara berkembang menghadapi tantangan besar akibat konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan, performa kolektif BRICS terbukti tetap tangguh. Pada 2025, BRICS mencatat pertumbuhan 3,4, jauh melampaui rata-rata dunia sebesar 2,8 dan G7 yang hanya tumbuh 1,2.

Selain dominasi pada angka PDB, integrasi internal blok ini juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor finansial. Perdagangan antarnegara anggota BRICS yang dilakukan tanpa menggunakan mata uang dolar AS dilaporkan telah melampaui nilai USD1 triliun pada akhir 2025. Langkah dedolarisasi ini memperkuat kemandirian ekonomi blok tersebut dari sistem keuangan tradisional Barat.Baca Juga:Kapal Perang AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Dekat Selat Hormuz, lalu Merampasnya

Momentum Forum Akademik BRICS perdana di New Delhi untuk menyelaraskan kebijakan strategis mereka. Pertemuan tersebut dihadiri berbagai lembaga riset ternama, termasuk Observer Research Foundation untuk merumuskan kerangka kerja yang solid dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Hingga penutupan forum pada hari Jumat pekan lalu, negara-negara anggota berkomitmen untuk menerjemahkan kekuatan besar ekonomi ini menjadi kebijakan terkoordinasi. Dengan masuknya kekuatan ekonomi baru seperti Indonesia ke dalam jajaran mitra, BRICS diprediksi akan terus memperkuat posisinya sebagai penyeimbang utama dalam tata kelola ekonomi global di masa depan.

Topik Menarik