Purbaya Tolak Sodoran Utang IMF saat Lawatan ke Amerika

Purbaya Tolak Sodoran Utang IMF saat Lawatan ke Amerika

Ekonomi | sindonews | Kamis, 16 April 2026 - 07:21
share

Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai bantalan fiskal bagi RI guna bertahan di tengah ketidakpastian global.

Adapun Purbaya melawat ke Amerika Serikat (AS) sejak awal pekan ini dengan kepentingan diplomasi ekonomi RI. Pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva menjadi salah satu agenda.

Pada mulanya, Kristalina menjelaskan soal dinamika geopolitik di Timur Tengah akibat perang yang dimulai serangan AS akan berlangsung dalam waktu tidak sebentar. Muara perang dan bakal apa kesepakatannya pun tak mampu diidentifikasi.

Purbaya lantas menanyakan soal apa yang bisa dilakukan IMF untuk membantu kurangi efek ekonomi akibat ketidakpastian gobal. Baca Juga: Purbaya: IMF hingga Bank Dunia Puji Strategi Fiskal Pemerintahan Prabowo

"Dia (Kristalina) bilang IMF tidak punya otoritas dalam hal itu. Tapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan," ujar Purbaya mengingat percakapan dengan Kristalina, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).

Namun Purbaya menekankan ketahanan fiskal nasional masih resiliensi sehingga tidak membutuhkan pinjaman IMF. Ini merujuk pada saldo anggaran lebih (SAL) yang kini mengendap di Bank Indonesia (BI), dan bisa digunakan kapan saja.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan (utang IMF) karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar, 420 triliun yang saya bilang sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga: Kabar Fiskal RI Bermasalah Sampai ke AS, Purbaya Coba Yakinkan Investor

Purbaya mengklaim IMF takjub dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai dapat menjaga perekonomian nasional di saat negara lain diterpa isu pelambatan pertumbuhan. Bendahara negara mengemukakan sejumlah injeksi keuangan untuk perbankan menjadi salah satu penopang.

Sejumlah indikator makro seperti daya konsumsi rumah tangga juga diutarakan Purbaya di depan pihak IMF. Kebijakan anggaran yang dikeluarkan sejak tahun lalu diklaim Purbaya berdampak positif ketika efek ekonomi akibat perang melanda dunia seperti inflasi harga minyak.

"Dan dia (Kristalina) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu. Tapi mereka tidak akan melakukan kebijakan khusus untuk membantu negara-negara lain, tapi yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performancenya bagus," urai Purbaya.

Topik Menarik