SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand

SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand

Nasional | sindonews | Kamis, 9 April 2026 - 17:01
share

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di panggung dunia. Tim Ratoh Jaroe SMA Negeri 4 Semarang (SMAPA) sukses menyabet juara umum 1 (1st Winner) sekaligus dinobatkan sebagai excellent performance dalam kompetisi bertajuk Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand yang digelar di Sisaket, Thailand, Rabu (8/4/2026).

Untuk Juara 1 diraih Sri Lanka, dan Juara 2 direbut Laos. Penampilan 13 pelajarSMAPA yang membawakan Tarian Ratoh Jaroe dari Aceh ini mampu memukau penonton serta peserta dari berbagai negara. Dengan kekompakan gerak, energi yang konsisten, serta penghayatan yang kuat, tim ini tampil menonjol di antara peserta lain dari India, Sri Lanka, Laos, Filipina, Hungaria, Bulgaria, Korea Selatan, Turki, dan tuan rumah Thailand.

Baca juga: Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global

Tim Ratoh Jaroe SMAPA tampil selama 15 menit dengan balutan koreografi dinamis yang berpadu dengan iringan alat musik rapai. Perkusi khas Aceh tersebut dimainkan secara langsung oleh pelatih, dipadu dengan syair religius dan vokal para penari, menciptakan harmoni ritmis yang kuat dan memikat. Tim ini mempersembahkan bentuk penampilan Ratoh Pukat (gabungan antara Tari Ratoh Jaroe dengan Tarek Pukat).

Unsur live performance ini mempertegas kekayaan artistik sekaligus autentisitas budaya yang ditampilkan, sekaligus menambah bobot penilaian dewan juri. Pelatih Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zulfikar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya.

“Ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana kami membawa identitas budaya Indonesia dengan penuh kebanggaan. Anak-anak tampil dengan disiplin, totalitas, dan dengan hati. Itu yang membuat mereka berbeda,” ujarnya usai acara.

Baca juga: Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global

Antusiasme juga datang dari penonton. “Indonesia really is amazing, the dance performance was so beautiful. We’ve never seen anything like it before,” ujar Warin Tansita, salah seorang penonton.

Momen istimewa terjadi ketika tim SMAPA membawakan gerakan yang diiringi lagu tradisional Thailand, Loy Krathong. Penampilan tersebut berhasil membangun kedekatan emosional dengan penonton, yang spontan ikut bernyanyi bersama. Bahkan, peserta dari Sri Lanka kerap memberikan pujian dalam setiap kesempatan.“Your dance group was nice, and your costume it was beautiful,” ungkap Enuka Gunasena, penari asal Sri Lanka.

Tak hanya kualitas artistik, kedisiplinan dan etos kerja tim juga mendapat sorotan positif. Panitia bahkan sempat terkejut saat mengetahui tim ini telah berlatih intensif selama kurang lebih dua tahun.

Ketua Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zafira Luwi Anindya, menuturkan bahwa proses panjang tersebut menjadi kunci kekompakan tim. “Kami menjalani latihan dengan konsisten dan penuh komitmen. Setiap gerakan tidak hanya dihafal, tapi dihayati,” katanya.

Sementara itu, Humas Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.

“Kami bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga bentuk cinta kami terhadap budaya bangsa. Setiap penampilan kami dedikasikan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia," ujar Najla. "Respons penonton yang luar biasa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” imbuh Bunga.Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.

Tim Ratoh Jaroe akan berada di Thailand selama sembilan hari. Mereka terbang ke Thailand sejak Sabtu (4/4/2026) lalu. Selain mengikuti kompetisi di Sisaket, tim juga tampil di Nakon Ratcasima, Surin, Buriram, Bangkok, dan Saraburi.

Prestasi Tim Ratoh Jaroe SMAPA menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat internasional, tetapi juga menjadi duta budaya yang membanggakan. Dari panggung Sisaket, semangat, dan harmoni Ratoh Jaroe menggema, membawa nama Indonesia semakin dikenal dan dihargai di mata dunia.

Topik Menarik