Marah, Trump Bakal Hukum Sekutu NATO karena Tak Bantu AS dalam Perang Melawan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan timnya marah dan sedang mempertimbangkan rencana untuk menghukum beberapa sekutu NATO. Alasannya, negara-negara aliansi itu tidak membantu perang AS-Israel melawan Iran selama 39 hari.
Rencana Trump itu diungkap para pejabat Amerika, yang dikutip The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Rabu.
Baca Juga: AS Dinilai Kalah dalam Perang Iran, Ini Alasan yang Tak Terbantahkan
Trump sendiri meluapkan kemarahannya pada NATO melalui unggahan bertuliskan huruf kapital di Truth Social.
“NATO TIDAK ADA DI SANA KETIKA KITA MEMBUTUHKAN MEREKA, DAN MEREKA TIDAK AKAN ADA DI SANA JIKA KITA MEMBUTUHKAN MEREKA LAGI. INGAT GREENLAND, PULAU ES BESAR YANG DIKELOLA DENGAN BURUK ITU!!!” tulis Trump, setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Berdasarkan rencana Trump, yang telah beredar dan mendapat dukungan di antara pejabat senior di pemerintahan AS dalam beberapa minggu terakhir, Pentagon akan memindahkan pasukan AS dari negara-negara anggota NATO yang dianggap tidak membantu perang AS. Pasukan tersebut kemudian akan ditempatkan di negara-negara yang dianggap lebih mendukung Amerika.Rencana tersebut juga dapat melibatkan penutupan pangkalan AS di setidaknya satu negara Eropa, mungkin Spanyol atau Jerman, menurut laporan WSJ tersebut, mengutip dua pejabat pemerintahan Trump.Menurut para pejabat tersebut, negara-negara yang dapat diuntungkan karena dianggap mendukung AS termasuk Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani.
Sekadar diketahui, Spanyol telah memblokir pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam operasi militer AS melawan Iran untuk menggunakan wilayah udaranya. Italia sempat memblokir penggunaan pangkalan udara AS di Sisilia, dan pemerintah Prancis setuju untuk hanya mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan di Prancis selatan setelah menjamin bahwa pesawat yang tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran akan mendarat di sana.
Gedung Putih juga frustrasi dengan Jerman setelah para pejabat tinggi Berlin mengkritik keputusan Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
"Sangat menyedihkan bahwa NATO memunggungi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir padahal rakyat Amerika-lah yang telah mendanai pertahanan mereka," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers pada hari Rabu, seperti dikutip Russia Today, Kamis (9/4/2026).Dia mengatakan Trump telah melakukan "percakapan yang sangat jujur dan terbuka" dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih pada Rabu sore.
Keretakan dalam aliansi transatlantik semakin melebar selama masa jabatan kedua Trump, dipicu oleh keputusannya untuk melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari dan ketegangan sebelumnya terkait upayanya untuk mengambil alih Greenland milik Denmark.
Trump baru-baru ini mengancam akan menarik Amerika Serikat sepenuhnya dari NATO, meskipun dia tidak dapat melakukannya tanpa persetujuan Kongres berdasarkan undang-undang Amerika.





