Profesor AS: Hanya Tiga Orang Dewasa Ini yang Bisa Hentikan Perang Iran, Bukan Donald Trump!
Akademisi terkemuka asal Amerika Serikat (AS), Prof. Jeffrey Sachs melontarkan pernyataan mengejutkan terkait eskalasi perang antara Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran. Direktur Pusat Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Columbia ini menegaskan bahwa kunci perdamaian dunia saat ini tidak lagi berada di tangan Washington, melainkan di tangan tiga pemimpin besar Asia.
Sachs menyebut Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai satu-satunya 'orang dewasa' yang tersisa untuk bisa menghentikan kehancuran total di Timur Tengah.
Dalam wawancara dalam program New Order di RT, Ekonom Jeffrey Sachs menyatakan bahwa negara-negara barat saat ini hanyalah negara bawahan yang dikendalikan oleh kepentingan Amerika Serikat. Menurutnya, hanya kelompok BRICS yang memiliki stabilitas dan akal sehat untuk menyeret dunia keluar dari jurang konflik.
Baca Juga: Solidaritas BRICS Retak di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Anggota Saling Bombardir
"Hanya ada tiga 'orang dewasa' di dunia ini yang bisa menghentikan ini, dan mereka harus melakukannya bersama-sama. Modi, Xi, dan Putin adalah pemimpin dari tiga kekuatan besar dunia lainnya," ujar Sachs.
Jeffrey Sachs juga memberikan peringatan keras kepada India. Ia menilai status India sebagai kekuatan super baru seharusnya membuat New Delhi berani mengatakan tidak pada delusi Amerika Serikat dan tidak terjebak dalam aliansi strategis dengan Israel.
"India tidak seharusnya menyelaraskan diri dengan Israel, yang baru saja melakukan genosida di Gaza. Ini bukan kemitraan yang menguntungkan bagi kepentingan India," tegas Sachs.
Baca Juga: Pertaruhan Ekonomi Rusia di Tengah Perang Iran vs Israel
Ia menambahkan bahwa posisi India sebagai pemimpin BRICS tahun ini memberikan mandat moral dan politik yang kuat untuk menjadi mediator, terutama mengingat hubungan historis panjang antara India dan Iran.Sachs juga menyoroti bahwa sebagian kepemimpinan politik di Israel saat ini terjebak dalam mentalitas kuno 'Abad ke-6 SM' yang sangat berbahaya bagi stabilitas modern. Ketidakmampuan Barat untuk meredam konflik ini dinilai sebagai kegagalan sistemik.
Langkah yang diusulkan Sachs meliputi diplomasi kolektif, dimana India, Rusia, dan China harus duduk bersama untuk menekan Donald Trump agar mengakhiri konflik. Selanjutkan dengan kekuatan mediasi, dengan memanfaatkan pengaruh BRICS (termasuk Brasil) untuk menawarkan solusi damai.
Selanjutnya yang ditekankan soal kemandirian politik, yakni negara-negara besar Asia harus berhenti mengulang narasi "vassal states" (negara taklukan) milik AS. Jika ketiga pemimpin ini gagal bersatu, Sachs khawatir dunia akan terus bergerak menuju implosi ekonomi dan kemanusiaan. "Mereka memiliki kepentingan besar agar dunia tidak hancur," pungkasnya.










