Teknik Eco Driving Ini bisa Bikin Mobil Anda Jauh Lebih Irit, Begini Caranya!

Teknik Eco Driving Ini bisa Bikin Mobil Anda Jauh Lebih Irit, Begini Caranya!

Otomotif | sindonews | Senin, 6 April 2026 - 12:46
share

Kabar buruk kembali menghantui para pengguna jalan: harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terancam mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, lonjakan harga energi ini tentu akan menjadi pukulan telak bagi biaya operasional kendaraan sehari-hari.

Solusi paling logis dan aplikatif saat ini adalah mengubah gaya mengemudi dari yang serampangan menjadi Eco Driving (berkendara ramah lingkungan). PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Honda Prospect Motor (HPM) sepakat bahwa kebiasaan mengemudi yang efisien tidak hanya mencegah keausan mesin, tetapi mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak hingga 25 persen.

Seni Menjinakkan Pedal Gas dan Rem

Kunci pertama dan paling krusial dari Eco Driving adalah seni mengolah pedal gas. "Semakin keras Anda berakselerasi, semakin banyak bahan bakar yang Anda gunakan," demikian catatan TAM. Akselerasi mendadak ibarat membuang BBM ke jalanan. Praktik terbaiknya adalah menginjak pedal gas secara perlahan; luangkan waktu sekitar 5 detik penuh hanya untuk mencapai kecepatan 20 kilometer (km) per jam dari posisi berhenti total. Bayangkan Anda sedang membawa secangkir kopi penuh di atas dasbor dan Anda tidak boleh menumpahkannya setetes pun.Selanjutnya, pertahankan kecepatan stabil. Di rute perkotaan atau tol dalam kota, kecepatan paling ideal dan efisien adalah 50 hingga 80 km per jam. Mengemudi di atas batas tersebut, apalagi gaya menyetir "gas-rem-gas-rem" yang memvariasikan kecepatan secara liar setiap 18 detik, terbukti meningkatkan konsumsi BBM hingga 20 persen. Sebagai perbandingan, melaju pada kecepatan 120 km per jam menggunakan bahan bakar sekitar 20 persen lebih banyak daripada saat melaju 100 km per jam.

Selain pedal gas, efisiensi juga sangat bergantung pada pengereman. Setiap kali Anda menginjak rem, Anda menyia-nyiakan momentum putaran mesin. Biasakan melihat ke depan untuk mengantisipasi lampu merah atau kemacetan, lalu angkat kaki dari pedal gas lebih awal (engine brake). Membiarkan mobil meluncur melambat (coasting) jauh lebih irit daripada mengerem mendadak di saat terakhir.

Beban, Aerodinamika, dan Suhu Kabin

Banyak pengemudi tak sadar bahwa mobil mereka telah berubah menjadi "gudang berjalan". "Prinsip mengendarai mobil kira-kira sama dengan Anda menarik gerobak," jelas panduan Honda. Konsumsi BBM sebuah mobil ukuran menengah akan meningkat sekitar 1 persen untuk setiap 25 kilogram beban tambahan. Segera singkirkan barang-barang yang tidak perlu dari bagasi. Lepaskan juga rak atap (roof rack) jika tidak digunakan, karena hambatan angin (aerodynamic drag) pada kecepatan tinggi di jalan tol mampu menyedot konsumsi bahan bakar tambahan hingga 20 persen.Mitos membuka kaca jendela untuk menghemat penggunaan penyejuk udara (AC) juga perlu diluruskan. Saat mobil melaju di atas kecepatan 60 km per jam, jendela yang terbuka justru menciptakan turbulensi udara ekstrem ke dalam kabin yang menghambat laju mobil, memaksa mesin bekerja lebih keras. Oleh karena itu, tutup rapat seluruh kaca saat melaju kencang. Jika terpaksa menggunakan AC, atur suhu di angka yang wajar (24-27 derajat Celcius) dan selalu aktifkan mode sirkulasi udara di dalam kabin (resirkulasi) untuk meringankan kerja kompresor.

Perawatan Mesin dan Fitur Pintar

Trik mengemudi sebaik apa pun akan percuma jika kesehatan mobil diabaikan. Pastikan tekanan angin ban selalu diukur sebulan sekali sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya tertera di pilar pintu pengemudi). Tekanan ban yang kempes—bahkan hanya kurang 56 kilopascal (sekitar 8 psi)—akan menciptakan hambatan gulir yang tinggi dan langsung memboroskan BBM hingga 4 persen, sekaligus memperpendek usia ban hingga 10.000 km. Jangan lupa matikan mesin bila Anda berhenti lebih dari 60 detik (kecuali di tengah kemacetan parah), karena mesin 3.000 cc yang menyala diam (idle) selama 10 menit bisa membakar sia-sia 300 mililiter bahan bakar.

Gunakan Mode ECO

Jika mobil Anda memiliki fitur modern, manfaatkanlah. Aktifkan tombol ECON Mode yang akan mengubah sistem kerja mesin agar lebih efisien secara otomatis. Perhatikan pula lampu indikator ECO Assist di dasbor; jika warnanya menyala (biasanya hijau), itu menandakan gaya menyetir Anda sudah pada level efisiensi tertinggi. Pada akhirnya, semua trik teknis ini harus dibarengi dengan manajemen perjalanan yang baik—menggabungkan beberapa urusan dalam satu rute perjalanan, atau lebih baik lagi, beralih ke transportasi umum jika memungkinkan.

Topik Menarik