Kisah Nursi Ayu, Mahasiswa Termuda Unair yang Taklukkan SNBP 2026 di Usia 15 Tahun

Kisah Nursi Ayu, Mahasiswa Termuda Unair yang Taklukkan SNBP 2026 di Usia 15 Tahun

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 3 April 2026 - 18:23
share

Nursi Ayu Dwi Ullitasari tercatat sebagai mahasiswa termuda yang berhasil lolos seleksi SNBP 2026 di Unair. Di usia yang belum genap 16 tahun, siswi asal MAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya itu diterima di Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair).

Nursi mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat diterima di kampus impian sejak lama, terlebih di usia yang masih sangat muda. Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan jurusan perpajakan didasarkan pada kesesuaian dengan potensi yang dimilikinya.

Baca juga:10 Jurusan UNS Paling Favorit di SNBP 2026, Persaingan Super Ketat hingga 0,88!

"Saya sangat senang karena dapat lolos di kampus yang saya impikan sejak lama, terutama ketika umur saya yang masih terbilang cukup muda. Alasan saya memilih jurusan tersebut karena sesuai dengan potensi yang saya miliki,” katanya, dikutip dari laman Unair, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan dan doa keluarga. Nursi menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu memberikan motivasi hingga akhirnya ia dapat lolos di UNAIR. Selain itu, ia menjelaskan bahwa sejak kelas 10 dirinya telah diarahkan oleh pihak sekolah untuk fokus meraih prestasi di bidang ekonomi.Lebih lanjut, Nursi menerangkan bahwa sekolah turut memberikan program pembelajaran intensif berupa daurah yang dilaksanakan setiap malam, mulai pukul delapan hingga sepuluh, untuk membahas materi dan latihan soal UTBK atau Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Sebagai mahasiswa termuda Unair, perjalanan pendidikan Nursi terbilang berbeda. Ia menyebut bahwa dirinya telah masuk sekolah dasar sebelum usia enam tahun dan mengikuti program akselerasi di jenjang SMP hingga SMA. Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki sejumlah prestasi, di antaranya juara 2 Olimpiade Akuntansi dan juara 3 Olimpiade Ekonomi tingkat nasional.

Dalam hal strategi belajar, Nursi menjelaskan bahwa ia terbiasa merangkum materi sebagai metode utama. Ia juga mengaku konsisten belajar setiap hari, terutama sebelum tidur dan menjelang subuh, serta rutin mengikuti program daurah di pondok untuk memperkuat daya ingat terhadap materi yang dipelajari.

Meski demikian, Nursi tidak menampik bahwa ia menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tekanan akademik dan manajemen waktu. Namun, ia mengungkapkan adanya kepuasan tersendiri ketika seluruh usaha dan perjuangannya dapat membuahkan hasil.

Di akhir, Nursi berpesan kepada para pejuang SNBT untuk tetap semangat dan tidak menyerah. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama.

Topik Menarik