Fraksi PAN DPR Kutuk Keras Serangan Israel ke Pasukan Perdamaian PBB
Gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) meninggalkan duka cita mendalam. Ketiga prajurit TNI yang gugur tersebut yakni, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Hal itu turut dirasakan Sekretaris Fraksi PAN DPR Ahmad Najib Qodratullah yang menyampaikan dukacita mendalam kepada tiga patriot bangsa akibat serangan Israel di Lebanon baru-baru ini.
Jenazah tiga prajurit TNI tersebut mendapatkan upacara penghormatan di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri, sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia. “Turut berduka cita atas gugurnya patriot bangsa yang bertugas sebagai pasukan perdamaian,” kata Najib, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Najib turut mengutuk keras, serangan Israel terhadap pasukan perdamaian di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) hingga menyebabkan tewasnya tiga prajurit TNI yang sedang bertugas disana.“Saya mengutuk keras pasukan Israel yang telah melakukan penyerangan terhadap pasukan perdamaian PBB,” pungkas Ketua DPP PAN Jawa Barat ini.
Diketahui, penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB atau UNIFIL serta pejabat Lebanon menggelar upacara penghormatan kepada tiga prajurit TNI pasukan perdamaian yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon, pada Kamis (2/4/2026).
Lihat video: TAK BISA MENGELAK! Bukti Nyata Zionis Incar Pasukan UNIFIL Terungkap di Siaran Langsung
Upacara penghormatan digelar di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri, sebelum ketiga jenazah dipulangkan ke Indonesia.Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL membawa peti mati Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Letda Satu Farizal Rhomadhon ke dalam sebuah hanggar, di mana foto-foto berbingkai ketiga pria tersebut dipajang di samping bendera Lebanon dan PBB.
Kepala Misi UNIFIL dan Komandan Pasukan Mayor Jenderal Diodato Abagnara mengatakan bahwa pasukan telah kehilangan bukan hanya peacekeeper, tetapi juga saudara-saudara serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.










