IHSG Sepekan Memerah, Kapitalisasi Pasar Ambles Jadi Rp12.305 Triliun
Kinerja pasar saham Indonesia selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 0,99 ke level 7.026,782 pada perdagangan Kamis (2/4/2026), dibanding posisi pekan sebelumnya di 7.097,057 pada 27 Maret.
IHSG sepanjang pekan bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 7.207,166 dan sempat menyentuh titik terendah di 6.945,502. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan arus keluar dana asing dan penurunan signifikan pada nilai transaksi harian.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian anjlok 36,69 menjadi Rp14,77 triliun, dari pekan sebelumnya Rp23,32 triliun. Volume transaksi juga turun 8,62 menjadi 25,87 miliar saham. Sebaliknya, frekuensi transaksi justru meningkat tipis sebesar 3,08 menjadi 1,78 juta kali per hari, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap ramai meski nilai transaksi menyusut.
Baca Juga: IHSG Ditutup Ambruk 2,19 Jelang Long Weekend, 558 Saham Kebakaran
Secara total selama sepekan, volume perdagangan mencapai 103,47 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp59,08 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 7,12 juta kali. Kapitalisasi pasar turut mengalami penurunan sebesar 1,69 menjadi Rp12.305 triliun, dari sebelumnya Rp12.516 triliun.Tekanan di pasar juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,95 triliun. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp21,82 triliun dan nilai jual Rp24,76 triliun.
Dari sisi sektoral, pergerakan indeks menunjukkan variasi. Sektor consumer cyclicals mencatat penguatan tertinggi sebesar 6,58, diikuti sektor industri yang naik 3,35 serta consumer non-cyclicals yang menguat 2,28. Namun, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,57, disusul sektor keuangan yang turun 2,23.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Tertekan di Level 7.153, Nilai Transaksi Cetak Rp1,2 Triliun
Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, menjadi salah satu penekan utama IHSG. Di sisi lain, sejumlah saham seperti DSSA, MSIN, dan IMPC tercatat memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.
Secara global, kinerja IHSG juga tertinggal dibandingkan mayoritas bursa dunia yang justru menguat selama periode yang sama. Di kawasan ASEAN, indeks Thailand (SET) naik 1,29 dan Singapura (Straits Times Index) menguat 1,01, sementara IHSG justru turun 0,99.
Sementara itu, sejumlah indeks utama juga mencatat penguatan signifikan, seperti Dow Jones Amerika Serikat yang naik 3,10, FTSE 100 Inggris menguat 3,71, serta indeks Brasil melonjak 3,52 dalam sepekan.









