Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM
Penutupan hampir total Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret telah memicu krisis energi global lebih 40 negara dengan menerapkan langkah darurat mulai pembatasan kuota bahan bakar hingga pemangkasan jam kerja. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut gangguan yang menghapus sekitar 20 juta barel per hari (bph) dari pasar global ini sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak dunia.
"Pada suatu titik, operasi kilang harus dikurangi. Harga minyak yang tersedia akan menentukan siapa yang mampu membelinya. Tidak hanya negara mana, tapi juga industri mana dalam negara yang mungkin perlu menghemat energi dan mengurangi produksi," ujar Anna Mikulska dari Rice University's Baker Institute dikutip The Hilltop, Senin (30/3/2026).
Baca Juga:Krisis Energi Global Kian Nyata, Rusia Setop Ekspor BBM Mulai 1 April 2026
IEA telah mengoordinasikan pelepasan rekor 400 juta barel dari cadangan darurat negara-negara anggotanya pada 11 Maret, namun memperingatkan langkah pasokan saja tidak cukup untuk menutup kekurangan akibat konflik yang mendorong harga minyak Brent melonjak melewati USD110 per barel.
Filipina menjadi negara pertama yang menyatakan darurat energi nasional pada 24 Maret. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyebut bahaya mendesak pasokan energi yang sangat rendah, sehingga pemerintah memperkenalkan jam kerja empat hari untuk kantor pemerintah dan transportasi bus gratis bagi siswa dan pekerja di beberapa kota.Di Asia Selatan, Sri Lanka yang masih rapuh akibat keruntuhan ekonominya pada 2022 memberlakukan pembatasan bahan bakar 15 liter per pengemudi per minggu dan menetapkan setiap Rabu sebagai hari libur publik. Pakistan mengadopsi jam kerja empat hari untuk kantor pemerintah, Bangladesh menutup universitas lebih awal dan membatasi penjualan bahan bakar, sementara Myanmar membatasi kendaraan pribadi beroperasi bergantian berdasarkan nomor plat.
S&P Global Ratings memperingatkan bahwa Bangladesh, Pakistan, dan Sri Lanka menghadapi risiko ekonomi tertinggi di kawasan karena ketergantungan berat pada impor energi dan cadangan terbatas. Cadangan minyak Bangladesh diperkirakan hanya bertahan kurang dari satu bulan, sementara hampir setengah pembangkit listriknya bergantung pada gas yang seperempatnya diimpor.
Di Eropa, Slovenia menjadi anggota Uni Eropa (UE) pertama yang melakukan pembatasan bahan bakar, membatasi pengemudi pribadi hingga 50 liter per hari setelah wisata bahan bakar lintas batas dari Austria mengosongkan pompa bensin. Mesir memerintahkan semua toko, restoran, dan kafe tutup paling lambat pukul 21.00 mulai 28 Maret, karena tagihan energi bulanannya melonjak dari USD1,2 miliar pada Januari menjadi USD2,5 miliar pada Maret.
Baca Juga:Siapa Alireza Tangsiri? Kepala Angkatan Laut Iran di Balik Blokade Hormuz
Australia melepaskan 20 cadangan bahan bakarnya dan menurunkan standar kualitas diesel untuk meningkatkan pasokan, sementara dua negara bagian, Victoria dan Tasmania, mengumumkan transportasi umum gratis untuk meringankan tekanan biaya hidup di SPBU. Thailand memerintahkan pegawai negeri bekerja dari rumah dan menghentikan ekspor bahan bakar ke sebagian besar negara tetangga.
Perkiraan PBB menunjukkan harga minyak naik sekitar 45 dan harga gas 55 sejak akhir Februari, dengan inflasi regional di Asia diproyeksikan naik menjadi 4,6 pada 2026. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz anjlok lebih dari 90 sejak Iran menyatakan perairan tersebut ditutup pada 2 Maret dan setidaknya 21 serangan terhadap kapal dagang dikonfirmasi hingga pertengahan Maret.










