Di Balik Cerita Horor Film Aku Harus Mati, Dihantui Perjanjian Iblis

Di Balik Cerita Horor Film Aku Harus Mati, Dihantui Perjanjian Iblis

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 26 Maret 2026 - 20:40
share

Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan Film horor. Kali ini lewat Aku Harus Mati. Namun, kisahnya bukan horor biasa.

Mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan realita masyarakat urban saat ini, film ini yang dproduseri Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto ini menawarkan kengerian yang tidak sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.

“Aku Harus Mati adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman sekarang fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” kata Eksekutif Produser Irsan Yapto.

Cerita yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengikuti perjalanan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.

Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri. Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya: sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan.

Film Aku Harus Mati yang digarap rumah produksi Rollink Action ini membawa penonton pada klimaks yang menyesakkan dada. Mala harus menghadapi pilihan mustahil yang tidak bisa ia tolak, karena ada nyawa yang harus dibayar.

"Film ini adalah refleksi dari fenomena 'jual jiwa demi harta' yang marak di sekitar kita. Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar," tutur sutradara Hestu Saputra.

Lalu, siapakah yang akhirnya akan dikorbankan dan siapa sebenarnya pemegang perjanjian iblis tersebut? Kisah horor ini akan terjawab mulai 2 April 2026 si bioskop, di mana cerita horor ini semakin menegangkan lewat akting dari para artis muda berbakat, seperti Hana Saraswati sebagai Mala,Amara Sophie sebagai Tiwi, Prasetya Agni sebagai Nugra, Mila Rosinta sebagai Nilam dan Bambang Paningron sebagai Ki Jago.

Topik Menarik