Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata

Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata

Nasional | sindonews | Senin, 23 Maret 2026 - 11:42
share

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi keputusan 4,2 juta warga yang memilih untuk tidak mudik dan merayakan Idulfitri di DKI Jakarta. Sebab fenomena jutaan warga Jakarta yang tidak mudik pada Lebaran 2026 dinilai membuka peluang baru bagi pergerakan wisata di Ibu Kota.

Hal ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Saat ini, Jakarta dinilai memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah menarik.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan Asosiasi Agen Perjalanan dan Tur Indonesia (ASITA) memiliki program Pariwisata Arus Balik. Program ini diharapkan dapat menarik masyarakat dari luar daerah untuk berlibur ke Jakarta setelah hari raya.

Baca juga: One Way Nasional Arus Balik Akan Diberlakukan Selasa 24 Maret 2026

“Memang benar dari data ditunjukkan ada sekitar 4 juta lebih masyarakat di Jakarta yang tidak akan mudik, mereka tetap di Jakarta,” ujar Made, Senin (23/3/2026). “Setelah hari raya, biasanya kan masih ada liburnya, di sekitar Jakarta atau bahkan dari luar, itu diharapkan terus ke Jakarta untuk berlibur,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah meluncurkan paket "Mudik ke Jakarta" melalui Jakarta Experience Board. “Kami bekerja sama, sudah launch bersama Pak Gubernur beberapa minggu lalu, mudik ke Jakarta. Ini ada paket-paketnya,” kata dia.

Lihat video: Ancol, Ragunan hingga Malioboro Dipadati Wisatawan di Libur Lebaran

Menurut Made, inisiatif ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Jakarta. Namun, angka pasti dari dampak ekonomi tersebut masih akan dihitung.

"Untuk dampak ekonominya, perputaran uangnya nanti akan dihitung dulu. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pihak terkait lainnya, dan angka pastinya akan disampaikan secara resmi nanti ke publik," kata Made.

Di tengah tren ini, Kementerian Pariwisata melihat momentum Lebaran sebagai kesempatan untuk memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi wisata perkotaan yang inklusif dan mudah diakses.

Topik Menarik