20 Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin untuk Pacar di Idul Fitri 1447 H, Penuh Cinta dan Menyentuh Hati

20 Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin untuk Pacar di Idul Fitri 1447 H, Penuh Cinta dan Menyentuh Hati

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:43
share

Mantan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menjadi khatib dalam salat Idulfitri 1447 H/2026 di Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Dalam tausiahnya, dia menyebutkan, melalui zakat, Islam tak hanya membangun kesalehan ritual, tapi juga kesalehan sosial.

"Ramadan bukan hanya membangun spiritualitas, Ramadan juga membangun solidaritas ekonomi umat. Dalam satu bulan ini kita melihat, zakat ditunaikan, infak digerakkan, sedekah dibagikan. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya membangun kesalehan ritual, tapi juga kesalehan sosial," ujar Ma'ruf saat memberikan khutbah salat Id di Lapangan Balai Kota Jakarta.

Dalam tausiahnya itu, Ma'ruf mengatakan, seseorang dalam puasa menahan lapar, dahaga, amarah, hingga hawa nafsu. "Imam al-Ghazali berkata, puasa bukan hanya menahan makan dan minuman, tapi menahan segala suatu yang menjauhkan kita dari Allah SWT. Karena itu, kemenangan idulfitri adalah kemenangan moral dan spiritual," tuturnya.

Baca juga: Open House di Istana Negara untuk 5 Ribu Masyarakat, Disiapkan Ketupat hingga Hiburan

Masih dalam tausiahnya, Ma'ruf Amin juga menerangkan, Idulfitri berarti kembali pada fitrah. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Fitrah adalah hati yang bersih, jiwa yang jujur, dan hubungan yang damai dengan sesama manusia.

"Karena itu, Idulfitri selalu diiringi dengan tradisi yang sangat indah, saling memaafkan. Di Indonesia, kita mengenal istilah halalbihalal, ini bukan sekadar budaya, ini adalah ijtihad sosial ulama nusantara untuk memperkuat ukhuwah karena Islam mengajarkan bahwa persaudaraan adalah fondasi masyarakat," jelasnya.

"Allah berfirman, sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Tema kita hari ini adalah merajut silaturahmi dalam simfoni kemenangan, silaturahmi bukan sekadar kunjungan, silaturahmi adalah modal sosial peradaban," beber Ma'ruf.

Dia juga menyinggung tentang silaturahmi, yang menjadi salah satu bentuk memperkuat persaudaraan, khususnya di masa Lebaran 1447 H/2026. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW tentang menyambung tali silaturahmi pada sesama.

"Rasulullah bersabda, barangsiapa yang dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silturahmi. Para ulama menjelaskan, silaturahmi melahirkan kepercayaan, kepercayaan melahirkan kerja sama, dan kerjasama melahirkan kemajuan.Karena itu Ibn Khaldun berkata, keadilan adalah fondasi peradaban, tapi keadilan tidak akan lahir jika masyarakat terpecah belah," pungkasnya.

Topik Menarik