Prabowo Apresiasi Pemulihan Bencana Aceh: Alhamdulillah, Hampir 100
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, memuji serangan bersejarah terhadap jet tempur siluman F-35 Amerika oleh pasukan Iran, menyatakan bahwa penghancuran simbol arogansi AS ini menandai runtuhnya tatanan dunia yang dipimpin Barat.
Dalam unggahan hari Jumat di akun X-nya, Qalibaf menekankan bahwa jet tersebut mewakili inti dari ilusi Washington tentang supremasi militer.
“F-35 bukan hanya jet tempur, tetapi juga monumen bagi kehebatan dan kesombongan militer Amerika; simbol teologis, yang diklaim tak terlihat oleh mata siapa pun dan lebih unggul dari semua kekuatan,” tulisnya sebelum mengutip ayat Al-Qur'an: “Namun, ‘Tangan Allah berada di atas tangan mereka’.” (Al-Qur'an, 10:48)
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengkonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara modern dan canggihnya berhasil menetralisir pesawat siluman generasi kelima di wilayah udara Iran tengah pada pukul 02.50 waktu setempat pada hari Kamis.
Ketua Parlemen mencatat bahwa mitos teknologi siluman Amerika telah hancur.“Simbol ini telah dihancurkan untuk pertama kalinya di dunia; ‘dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, melainkan Allah yang melempar,’ (Al-Qur'an, 8:17)” tulisnya, dilansir Press TV.
“Ini adalah momen runtuhnya seluruh tatanan,” tambah Qalibaf.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah berhasil menghantam jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara tengah Iran.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh IRGC di situs berita resminya pada hari Kamis, jet tersebut dihantam pada pukul 02:50 waktu setempat oleh sistem pertahanan udara modern dan canggih IRGC.
"Nasib jet tempur tersebut belum jelas dan sedang diselidiki, dan kemungkinan jatuhnya sangat tinggi," katanya.IRGC mencatat bahwa pencegatan tersebut terjadi setelah keberhasilan penembakan jatuh lebih dari 125 pesawat tak berawak AS-Israel oleh sistem pertahanan Iran, yang menandakan peningkatan signifikan dan terencana dalam jaringan pertahanan udara terpadu negara tersebut.
Rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut masih dalam penyelidikan.
Kolaborasi dengan Pandawara, InJourney Ajak Warga Gotong Royong lewat Beach Clean Up di Bali
CNN mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut yang mengkonfirmasi bahwa jet tempur F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diyakini berasal dari Iran.
Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengkonfirmasi bahwa jet siluman generasi kelima tersebut sedang melakukan misi tempur di atas Iran ketika terpaksa mendarat. Insiden tersebut saat ini sedang diselidiki, katanya.Ini menandai kejadian pertama yang dilaporkan tentang pasukan Iran yang mengenai pesawat AS sejak perang terorisme Israel-Amerika terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, dengan pembunuhan tanpa provokasi terhadap Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Baik Amerika Serikat maupun Israel telah mengerahkan F-35 dalam perang, dengan setiap jet bernilai lebih dari $100 juta.
Sumber militer Iran mengungkapkan detail lebih lanjut, mencatat bahwa kemampuan rudal Iran, termasuk sistem pertahanan udara yang baru dikembangkan, berhasil menyerang dan menetralisir beberapa jet tempur F-35 canggih buatan AS.
Angkatan Udara Iran mengatakan telah menghancurkan reputasi global jet F-35, menandai perkembangan signifikan dalam kemampuan militernya.
Pendaratan darurat yang diduga terjadi di tengah klaim berkelanjutan dari pejabat senior AS mengenai keberhasilan operasi terorisnya terhadap Iran.
Menteri Perang AS yang ekstremis, Pete Hegseth, pada Kamis pagi membual bahwa AS "menang secara telak" dan menekankan bahwa pertahanan udara Iran telah "dihancurkan."
Hegseth telah membuat banyak pernyataan kontroversial, di mana ia melihat agresi militer Amerika, terutama terhadap negara-negara Islam, sebagai bagian dari perang salib yang lebih besar yang bertujuan untuk mewujudkan Armageddon.










