Nyawa Balita Melayang di Kursi Elektrik: Hyundai Tarik 68 Ribu Palisade

Nyawa Balita Melayang di Kursi Elektrik: Hyundai Tarik 68 Ribu Palisade

Otomotif | sindonews | Jum'at, 20 Maret 2026 - 10:07
share

Di era ketika mobil keluaran 2026 diklaim mampu menyetir sendiri dan memanjakan penumpang dengan teknologi serba otomatis, fitur sepele pengatur kursi justru berubah menjadi “mesin pembunuh”.

Pada 7 Maret 2026, sebuah tragedi memilukan terjadi di Ohio, Amerika Serikat. Seorang balita perempuan berusia 2 tahun tewas secara tragis. Pelakunya bukan tabrakan maut di jalan raya, melainkan kursi mekanis di dalam kabin SUV mewah Hyundai Palisade edisi 2026. Merespons insiden fatal ini, Hyundai Motor North America pada hari Jumat akhirnya secara resmi menghentikan penjualan Palisade 2026, khusus untuk trim Limited dan Calligraphy yang dilengkapi fitur kursi daya (power seats) otomatis pada baris kedua dan ketiga.

Tragedi ini menelanjangi cacat prioritas pabrikan. Saat industri berlomba membakar miliaran dolar untuk mengembangkan sensor AI atau radar penghindar pejalan kaki di luar mobil, mereka justru melupakan keselamatan paling mendasar di dalam kabin.

Sistem kendali elektrik pada kursi Palisade ini gagal mendeteksi kontak dengan manusia atau objek saat kursi sedang melipat atau bergeser.

Mengandalkan motor listrik bertenaga tanpa dibekali sensor tekanan atau pelindung anti-jepit (anti-pinch) yang peka, kursi ini berubah menjadi jebakan mematikan bagi anak-anak.Dampak dari kelalaian teknis ini sangat masif. Hyundai terpaksa menyiapkan kampanye penarikan kembali (recall) yang mencakup lebih dari 68.000 unit kendaraan.

Rincian angka pastinya tak bisa dianggap remeh: sebanyak 60.515 kendaraan diproduksi di pabrik Amerika Serikat dan 7.967 kendaraan lainnya beredar di Kanada.

Mitigasi yang ditawarkan Hyundai memotret kelemahan industri mobil modern yang terlalu bergantung pada piranti lunak.

Perbaikan fisik untuk masalah komponen ini dilaporkan masih "dalam tahap pengembangan" dan baru akan diberikan secara gratis setelah rampung.

Sebagai solusi sementara, Hyundai hanya menjanjikan pembaruan perangkat lunak jarak jauh (Over-the-Air/OTA) yang baru diekspektasikan meluncur pada akhir bulan Maret.

Selama masa jeda yang mengancam nyawa tersebut, beban keselamatan sepenuhnya dilempar kembali kepada konsumen. Pabrikan hanya bisa mengimbau pemilik untuk ekstra waspada, memastikan tidak ada objek atau anak-anak di area pelipatan kursi, dan melarang keras pelanggan menekan tombol sandaran satu sentuhan (one-touch) baris kedua saat masuk atau keluar dari kendaraan.

Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) menyatakan telah turun tangan mengumpulkan informasi tambahan dari Hyundai.

Topik Menarik