Kepuasan Publik Andra - Dimyati Tembus 80,9 Persen, DPRD Banten Singgung Program Sekolah Gratis

Kepuasan Publik Andra - Dimyati Tembus 80,9 Persen, DPRD Banten Singgung Program Sekolah Gratis

Nasional | sindonews | Kamis, 19 Maret 2026 - 00:56
share

Program sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten menjadi faktor utama pendorong tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Banten, Andra Soni yang mencapai 80,9 persen. Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, realisasi program tersebut dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.

Pimpinan Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermiansyah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari implementasi program-program prioritas pemerintah daerah. “Tingginya tingkat kepuasan ini sejalan dengan program yang sudah direalisasikan, salah satunya sekolah gratis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rifky, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Gubernur Banten Andra Soni: Sekolah Gratis Pintu Masuk Menuju Masyarakat Sejahtera

Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2025/2026 program sekolah gratis telah menjangkau lebih dari 60 ribu hingga 76.645 siswa SMA, SMK, dan SKH swasta di Banten.

“Program ini mencakup ratusan sekolah swasta, dengan bantuan biaya pendidikan sekitar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per bulan yang disalurkan langsung,” katanya.

Menurut Rifky, ke depan cakupan program tersebut akan diperluas agar menjangkau lebih banyak peserta didik, termasuk di sekolah berbasis keagamaan. “Pemerintah provinsi berencana memperluas program ini ke Madrasah Aliyah swasta agar manfaatnya semakin merata,” ucapnya.

Ia juga menegaskan DPRD akan terus mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah daerah. “Kami akan terus mendukung dan mengawasi agar program-program ini berjalan optimal untuk mewujudkan Banten yang lebih maju,” tegasnya.

Baca juga: 25 Teks Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Singkat Namun Penuh Makna

Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 2.000 responden di delapan kabupaten/kota di Banten, dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat dan margin of error sebesar 2,2 persen.

Topik Menarik