Kondisi Mata Aktivis KontraS Andrie Yunus usai Disiram Air Keras, RSCM: Kerusakan Sel Punca Kornea 40

Kondisi Mata Aktivis KontraS Andrie Yunus usai Disiram Air Keras, RSCM: Kerusakan Sel Punca Kornea 40

Nasional | sindonews | Rabu, 18 Maret 2026 - 21:24
share

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan kondisi terkini Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus usai terkena siraman air keras. RSCM menyebut, sempat mengalami kerusakan, kini mata kanan Andrie mulai membaik.

“Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” demikian keterangan yang disampaikan RSCM, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: 4 Prajurit Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Ditangkap Puspom TNI

RSCM menuturkan, tampak tanda-tanda pemulihan pada kornea mata Andrie. Tim dokter masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Andrie Yunus.

“Sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut,” ujarnya.

RSCM menambahkan, korban mengalami kerusakan sel punca kornea yang diperkirakan sekitar 40. Bagian dari penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Baca juga: Puspom TNI Selidiki Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

“Secara umum, kondisi pasien tetap dalam pengawasan tim medis multidisiplin dan mendapatkan perawatan komprehensif. Pemantauan dilakukan secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya infeksi sekunder serta memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai informasi, Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan perkembangan dugaan keterlibatan prajuritnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Ia menyebut empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus tersebut kini telah diamankan."Sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman di tingkat penyelidikan," kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan empat orang yang dinamakan itu, berinisial NDP berpangkat Kapten; SL dan BHW dengan pangkat Letu serta ES berpangkat Serda. Terkait motif penyiraman cairan berbahaya kepada Andrie, kini masih didalami oleh Puspom TNI.

"Jadi kita masih mendalami motifnya," ucap dia.

Topik Menarik