PAN Dukung Langkah Prabowo Lakukan Penghematan Imbas Perang Timur Tengah

PAN Dukung Langkah Prabowo Lakukan Penghematan Imbas Perang Timur Tengah

Nasional | sindonews | Selasa, 17 Maret 2026 - 08:20
share

Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung segala keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah, termasuk memotong gaji para menteri di Kabinet Merah Putih dan anggota DPR RI. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno.

"Kita manut arahan Presiden. Demi bangsa dan dengan tekad untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat kita tentu siap," ujar Eddy kepada wartawan, dikutip Selasa (17/3/2026).

Eddy mengatakan, pihaknya juga setuju dengan langkah yang dipersiapkan Presiden Prabowo untuk mencegah tekanan APBN imbas konflik di Timur Tengah, salah satunya menerapkan Work From Home (WFH) hinggga mengurangi waktu kerja.

Baca Juga: Hemat Imbas Perang Timur Tengah, Golkar: Jika Negara Membutuhkan, Kami Siap Dipotong Gaji

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita setuju kok, mulai dari kemungkinan WFH, terus kemudian mungkin juga pengurangan hari kerja supaya bisa menghemat energi," ucap Eddy.Eddy menambahkan, apa yang diusulkan Presiden Prabowo sudah sangat lengkap, komprehensif. "Kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkaji langkah-langkah penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Menurut Prabowo, sejumlah negara telah melakukan kebijakan penghematan. Salah satunya adalah negara Pakistan yang memotong gaji menteri hingga anggota DPR.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan agar 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pakistan juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, hingga mebel di lembaga pemerintahan.

"Mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.

Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut baru sebatas contoh yang bisa dikaji atau dipelajari oleh pemerintah Indonesia sebelum memutuskan langkah yang akan diterapkan di dalam negeri.

"Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit," ujarnya.

Topik Menarik