PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional

PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional

Ekonomi | sindonews | Minggu, 15 Maret 2026 - 13:15
share

PT PLN Enjiniring (PLNE) merevolusi pendekatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR). Program CSR perusahaan tidak hanya sebagai aktivitas amal, melainkan terintegrasi penuh dengan strategi bisnis dan dukungan terhadap agenda transisi energi nasional.

Hal ini ini dipaparkan Direktur Utama PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Chairani menjelaskan, misi utama perusahaan adalah memastikan kesiapan engineering untuk seluruh proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

”Karena itu, kami harus selaras dengan kebijakan pemerintah serta arahan PLN sebagai holding. Khususnya dalam mendukung transformasi energi menuju sumber energi yang lebih bersih," kata Chairani dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026). Baca juga:Pacu Transisi Energi 100 Gigawatt Tenaga Surya, Prabowo: Banyak Negara Lebih Menyedihkan

Menurut Chairani, perubahan kebijakan energi nasional yang mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) menuntut seluruh entitas di lingkungan PLN melakukan penyesuaian strategi bisnis. Sistem kelistrikan nasional yang selama ini banyak mengandalkan energi fosil seperti batu bara dan gas, perlahan namun pasti harus beralih ke sumber yang lebih ramah lingkungan.

Untuk merespons tantangan tersebut, PLN Enjiniring meluncurkan transformasi perusahaan sejak 2024 yang dirancang berlangsung hingga 2030. Transformasi ini mencakup enam pilar strategis yang dikenal dengan konsep 6G Transformation, yaitu Groom Talent and Culture, Grow Core, Gain New, Guard Value, Go Digital, dan Global Partnership.Keenam pilar tersebut dijalankan melalui puluhan program yang bertujuan memperkuat kapasitas organisasi. Kemudian mengembangkan proyek energi baru, meningkatkan kualitas layanan engineering, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperluas kolaborasi global.

Menariknya, arah transformasi ini juga turut mempengaruhi desain program CSR perusahaan. Chairani mengakui pada tahap awal transformasi, perusahaan lebih banyak menjalankan program berbasis lingkungan dan energi hijau. Namun kini, fokus CSR mulai diperluas pada pengembangan sumber daya manusia.

"Tahun-tahun sebelumnya fokus kami lebih banyak pada program green dan lingkungan. Sekarang kami masuk pada fase pembangunan budaya dan pengembangan manusia. Karena itu, program CSR kami juga diarahkan pada penguatan pendidikan," jelasnya.

Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyiastuti menambahkan, program CSR perusahaan dirancang secara terintegrasi dengan strategi bisnis serta manajemen risiko perusahaan. Aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam perencanaan proyek dan investasi.

"Risiko ESG kami integrasikan ke dalam kerangka manajemen risiko perusahaan. Dengan demikian, setiap perencanaan proyek juga mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta risiko perubahan iklim," ujarnya.Pendekatan tersebut juga mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang menargetkan peningkatan kapasitas EBT secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Mitigasi risiko iklim dilakukan melalui pengembangan smart grid, pembangkit fleksibel, serta teknologi penyimpanan energi. Baca juga:Cadangan Batubara Pembangkit PLN Capai 19 Hari, Dijamin Aman Sambut Lebaran 2026

Komitmen perusahaan dalam menjalankan CSR dan keberlanjutan juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan sepanjang 2025. PLN Enjiniring meraih penghargaan TOP CSR Awards 2025 #Star 4, TOP Leader on CSR Commitment 2025, serta Best TJSL & CSR Award in Environmental Category.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa implementasi CSR perusahaan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi bisnis yang berkelanjutan. Tahun ini, PLNE kembali terpilih menjadi salah satu kandidat pemenang TOP CSR Awards 2026.

Topik Menarik