BYD Dicurigai Akan Terjun di Formula 1, Siap Lawan Ferrari dan McLaren
BYD, dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan balap Formula 1 dalam upaya meningkatkan kesadaran merek secara global.
Menurut laporan Bloomberg, langkah ini dilihat sebagai bagian dari strategi BYD untuk memperkuat kehadiran internasionalnya karena penjualan kendaraan listrik perusahaan terus tumbuh di berbagai pasar di seluruh dunia.Jika rencana ini terwujud, BYD akan menjadi pemain baru lainnya dalam olahraga Formula 1, setelah masuknya tim Cadillac yang didukung General Motors yang akan debut pada musim 2026.
Selama lebih dari satu dekade, mobil Formula 1 telah menggunakan sistem tenaga hibrida. Namun, mulai musim 2026, perubahan besar pada peraturan unit daya akan membuat peran tenaga listrik jauh lebih dominan.
Komponen MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic) kini mampu menghasilkan daya hingga 350 kW ke roda belakang, hampir tiga kali lipat dari sebelumnya yaitu 120 kW.
Ini berarti sekitar setengah dari total daya mobil F1 kini berasal dari motor listrik, dikombinasikan dengan mesin pembakaran internal turbo V6 1,6 liter.Perubahan ini secara tidak langsung menjadikan Formula 1 hampir 50 persen berbasis teknologi listrik, sesuatu yang sejalan dengan keahlian BYD dalam bidang baterai dan kendaraan listrik.
BYD sebelumnya telah berhenti memproduksi mobil yang hanya menggunakan mesin pembakaran internal (ICE-only) pada Maret 2022.
Sejak saat itu, perusahaan hanya fokus pada pengembangan kendaraan listrik murni (BEV) dan hibrida plug-in (PHEV), menjadikannya salah satu produsen EV terbesar di dunia.
Partisipasi dalam Formula 1 dipandang sebagai platform pemasaran global yang sangat bergengsi, sehingga memungkinkan BYD untuk bersaing langsung dengan merek otomotif legendaris seperti Ferrari dan McLaren.
Jika BYD memasuki F1, ada kemungkinan mereka akan memanfaatkan teknologi dari merek mewah mereka, Yangwang.Merek Yangwang akan diluncurkan pada Januari 2023 sebagai lini model performa tinggi yang berada di atas model utama dan premium BYD.
Di antara model yang paling bertenaga adalah Yangwang U9, yang menggunakan platform e⁴ dengan empat motor listrik independen di setiap roda.
Supercar listrik ini mampu menghasilkan sekitar 960 kW (1.287 hp) dan berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam sekitar 2,3 detik. Versi Extreme dilaporkan mampu mencapai hingga 3.000 hp.
Saat ini, masih belum jelas bagaimana BYD akan memasuki Formula 1.
Di antara opsi yang sedang dibahas adalah mendirikan tim baru sebagai tim ke-12 di grid, atau mengambil alih tim yang sudah ada seperti Alpine milik Renault.Selain F1, BYD juga dilaporkan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC).
BYD bukanlah satu-satunya pabrikan China yang melihat motorsport sebagai platform global.
Chery dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk ikut serta di Le Mans, sementara pabrikan EV Nio telah terlibat dalam Formula E selama lebih dari satu dekade.
Saat ini, semuanya masih dalam tahap spekulasi. Tetapi jika BYD benar-benar memasuki Formula 1, itu akan menjadi perubahan besar lainnya dalam lanskap motorsport global



