China akan Sumbang Rp3,4 Miliar pada Keluarga Korban Serangan Sekolah di Iran

China akan Sumbang Rp3,4 Miliar pada Keluarga Korban Serangan Sekolah di Iran

Global | sindonews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:22
share

China mengatakan akan menyumbangkan USD200.000 (Rp3,4 miliar) kepada para orang tua siswa yang tewas dalam serangan rudal Israel-Amerika Serikat (AS) di satu sekolah di Iran pada awal perang. Serangan itu disebutnya sebagai serangan "tanpa pandang bulu".

Teheran menuduh AS dan Israel melakukan serangan rudal mematikan terhadap sekolah di selatan Iran pada hari pertama perang.

Laporan media Iran mengatakan pemakaman telah diadakan untuk setidaknya 165 orang, termasuk anak-anak, yang tewas dalam serangan tersebut.

Jumlah korban belum diverifikasi secara independen. Investigasi militer AS terhadap serangan tersebut sedang berlangsung.

Pada 13 Maret, Kementerian Luar Negeri Beijing mengatakan Palang Merah China akan menyumbangkan USD200.000 dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat kepada Palang Merah Iran, khususnya untuk "belasungkawa dan kompensasi" kepada orang tua siswa yang meninggal.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran berat" terhadap hukum humaniter internasional.

“Serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran yang lebih berat terhadap hukum humaniter internasional dan melanggar batas-batas hati nurani dan moralitas manusia,” ungkap Guo kepada wartawan dalam konferensi pers rutin.

“China siap untuk terus memberikan bantuan yang diperlukan kepada Iran dengan semangat kemanusiaan untuk mendukung rakyat Iran melalui masa sulit ini,” tambahnya.

The New York Times melaporkan pada 11 Maret bahwa investigasi militer AS telah menentukan bahwa rudal Tomahawk AS telah menghantam sekolah tersebut karena kesalahan penargetan.

Israel membantah keterlibatan atau pengetahuan apa pun tentang serangan tersebut.Presiden AS Donald Trump awalnya menyebut Iran sendiri mungkin bertanggung jawab, meskipun Iran tidak memiliki rudal Tomahawk.

Dia kemudian mengatakan dia dapat "menerima" apa pun yang diungkapkan oleh investigasi, tetapi ketika ditanya tentang laporan Times pada 11 Maret, dia mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak tahu tentang itu."

Baca juga: AS Habiskan Persediaan Amunisi Selama Bertahun-tahun dalam Perang Melawan Iran

Topik Menarik