Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek

Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek

Nasional | sindonews | Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:38
share

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi riset dan inovasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan hilirisasi komoditas pertanian. Kolaborasi ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ketiga institusi.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, dalam kerja sama tersebut, BRIN memposisikan diri sebagai dapur riset yang menyediakan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kementerian dan lembaga agar relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gandeng BRIN Kembangkan Kebun Raya Mangrove Jadi Sumber Alternatif Pangan

“BRIN adalah dapur. Kami siap mensupport seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia. Tema-tema riset yang diperlukan sudah kami kumpulkan dan sebagian akan mulai dijalankan pada tahun 2026,” ujar Arif, Jumat (12/3/2026).

Kebutuhan riset dan teknologi akan menjadi dasar bagi BRIN dalam menyiapkan berbagai inovasi yang dapat memperkuat sektor pertanian. Termasuk mendukung keberhasilan program swasembada pangan.Arif menuturkan kolaborasi tersebut penting karena pembangunan sektor pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas lembaga. Pertanian memiliki posisi strategis karena merupakan fondasi penting dalam pembangunan peradaban.

“Pertanian itu peradaban. Ketika pertanian menjadi peradaban, maka sektor ini benar-benar harus kita tempatkan sebagai sektor yang sangat strategis. Simbol peradaban itu juga akan dilihat dari bagaimana pertanian kita,” katanya.

BRIN bersama Kemdiktisaintek juga tengah merumuskan peta jalan riset bersama yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan riset. Adanya peta jalan tersebut, riset diharapkan lebih terarah, tidak tumpang tindih, serta mampu menjawab berbagai persoalan nyata di lapangan.

“Tanpa peta jalan bersama, kita khawatir riset-riset akan overlap dan tidak fokus pada penyelesaian masalah. Riset di BRIN adalah riset solusi, riset untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kita temukan di lapangan,” jelasnya.

BRIN juga berperan dalam melakukan kajian foresight dan forecasting teknologi masa depan untuk memastikan arah riset nasional selaras dengan perkembangan teknologi global. Kajian tersebut mencakup pengembangan teknologi pangan masa depan, seperti future food dan future protein yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sistem pangan yang lebih tangguh di masa depan.

Saat ini BRIN telah menghasilkan ratusan paten dan berbagai produk inovasi di bidang pangan yang siap dimanfaatkan oleh industri serta masyarakat.

“Kami ingin mendorong BRIN goes to industry dan BRIN goes to stakeholders agar produk-produk yang sudah dihasilkan benar-benar bisa dimanfaatkan di lapangan dan membawa dampak bagi masyarakat,” kata Arif.

Topik Menarik