Penerapan EMS Bantu Transparansi Energi untuk Laporan ESG

Penerapan EMS Bantu Transparansi Energi untuk Laporan ESG

Ekonomi | sindonews | Kamis, 12 Maret 2026 - 21:53
share

Kesadaran perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikator penting dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan melaporkan penggunaan energi secara transparan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam praktiknya, banyak perusahaan mulai menghadapi tuntutan untuk menyusun laporan keberlanjutan yang lebih akurat dan terukur. Laporan ESG tidak hanya menjadi kebutuhan bagi perusahaan besar, tetapi juga menjadi bagian dari standar transparansi yang semakin diperhatikan oleh investor, mitra bisnis, dan regulator.

Berdasarkan laporan Global Sustainable Investment Alliance (GSIA), nilai investasi berbasis ESG secara global telah mencapai lebih dari USD30 triliun, menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan bisnis.

Sementara itu laporan International Energy Agency (IEA) menyebutkan bahwa pemantauan dan pengelolaan energi yang berbasis data dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 10-20. Dalam konteks tersebut, penerapan Energy Management System (EMS) menjadi salah satu solusi yang membantu perusahaan memantau penggunaan energi secara lebih transparan dan terstruktur. Baca Juga: PLN Icon Plus Pertahankan Standar Mutu Layanan Terbaik

Melalui sistem ini, data konsumsi energi dari berbagai perangkat dan fasilitas dapat dikumpulkan, dianalisis, dan ditampilkan dalam satu dashboard terintegrasi sehingga memudahkan proses pemantauan dan pelaporan.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana mengatakan, pihaknya menghadirkan solusi EMS yang memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih jelas terhadap penggunaan energi di berbagai fasilitas operasional. Dengan sistem pemantauan berbasis digital, lanjut dia, perusahaan dapat mengidentifikasi pola konsumsi energi, menemukan potensi efisiensi, serta menyusun laporan energi yang lebih akurat sebagai bagian dari laporan keberlanjutan perusahaan.

Selain membantu meningkatkan efisiensi operasional, menurut Chipta, transparansi data energi juga memberikan nilai tambah dalam proses penyusunan laporan ESG. "Informasi yang lebih terukur memungkinkan perusahaan menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan energi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan," katanya Chipta dalam keterangannya pada Kamis (12/3/2026).

Dia menuturkan, melalui pemanfaatan teknologi seperti EMS, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat upaya menuju praktik bisnis yang lebih transparan dan berkelanjutan. Baca Juga: Pengertian Performance Management System, Fungsi dan Tips Mengelolanya dengan Efektif

"Solusi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau dan bertanggung jawab," tuturnya.

Topik Menarik