4,8 Persen Anak Alami Depresi, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

4,8 Persen Anak Alami Depresi, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 11 Maret 2026 - 09:15
share

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi(depression disorder).

Kondisi ini ditemukan pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan.

Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kondisi ini sering kali sulit dikenali karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannya dengan jelas. Jika tidak ditangani dengan tepat, depresi pada anak dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, hingga prestasi akademik mereka.

Baca Juga : Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi

Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, kondisi ini sering kali sulit dikenali karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannyaOleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda depresi sejak dini. Berikut lima gejala depresi pada anak yang perlu diwaspadai, dirangkum SindoNews, Rabu(11/3/2026).

1. Mudah Sedih atau Menangis BerlebihanSalah satu tanda paling umum depresi pada anak adalah perasaan sedih yang berlangsung lama. Anak mungkin terlihat sering murung, mudah menangis, atau tampak tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Kehilangan Minat pada Aktivitas FavoritAnak yang mengalami depresi biasanya kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka sukai, seperti bermain dengan teman, menggambar, atau melakukan hobi tertentu. Mereka cenderung menarik diri dari kegiatan yang dulu membuat mereka senang.

3. Perubahan Pola TidurPerubahan pola tidur juga bisa menjadi tanda depresi. Anak mungkin mengalami kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau justru tidur lebih lama dari biasanya tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga : Campak Merebak, Kemenkes Wanti-wanti Penularan saat Mudik dan Libur Lebaran4. Perubahan Nafsu MakanDepresi pada anak juga dapat memengaruhi pola makan. Beberapa anak mungkin kehilangan nafsu makan, sementara yang lain justru makan lebih banyak dari biasanya. Perubahan ini bisa berdampak pada berat badan anak.

5. Sulit Berkonsentrasi dan Penurunan PrestasiAnak yang mengalami depresi sering kesulitan fokus saat belajar atau mengerjakan tugas sekolah. Akibatnya, prestasi akademik mereka dapat menurun dan anak terlihat kurang termotivasi di sekolah.

Jika gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu aktivitas anak, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter anak. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu anak pulih dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Topik Menarik