Zoom 10x dan Kamera 200MP di Harga Rp6 Jutaan: vivo V70 Series Tantang Smartphone Premium

Zoom 10x dan Kamera 200MP di Harga Rp6 Jutaan: vivo V70 Series Tantang Smartphone Premium

Teknologi | sindonews | Selasa, 10 Maret 2026 - 19:21
share

Persaingan smartphone kelas menengah semakin panas di 2026. Fitur kamera yang dulu hanya ada di ponsel flagship mulai turun ke segmen harga yang lebih terjangkau.

Hal itu terlihat dari peluncuran vivo V70 Series di Indonesia pada 9 Maret 2026. Seri ini hadir dengan konsep “Dual Portrait Master”, yang menghadirkan dua pendekatan fotografi portrait berbeda.

Model pertama adalah vivo V70, yang fokus pada fotografi jarak jauh melalui teknologi telephoto zoom hingga 10x.

Sementara model kedua, vivo V70 FE, menawarkan kamera utama 200 megapiksel dengan OIS, yang pertama dalam sejarah lini V Series. Di Indonesia, vivo V70 dijual dalam varian 12GB RAM dan 256GB penyimpanan dengan harga Rp8.999.000. Sedangkan vivo V70 FE hadir dalam beberapa varian, mulai dari 8GB + 256GB seharga Rp6.499.000, 12GB + 256GB seharga Rp7.199.000, hingga 8GB + 512GB seharga Rp7.399.000.

Menurut Alexa Tiara, PR Manager vivo Indonesia, pengembangan V70 Series tidak hanya berfokus pada peningkatan spesifikasi.

“Melalui V70 Series, kami tidak hanya meningkatkan spesifikasi, tetapi juga mematangkan arah pengembangan V Series sebagai lini yang mampu menghadirkan kapabilitas imaging kelas atas dalam dua pendekatan berbeda,” ujarnya.

Kamera Telephoto untuk Konser dan Festival

Pada model vivo V70, peningkatan terbesar ada pada sistem kamera yang dikembangkan bersama ZEISS.Smartphone ini menggunakan sistem ZEISS All Main Camera, yang terdiri dari kamera utama 50MP ZEISS OIS menggunakan sensor Sony LYT-700V, kamera telephoto 50MP ZEISS Super Telephoto dengan sensor Sony IMX882, kamera depan 50MP dengan autofokus dan sudut pandang 92 derajat, serta kamera ultra-wide 8MP.

Kombinasi kamera ini didukung fitur 10x Telephoto Zoom dengan AI Stage Mode. Fitur tersebut sebelumnya hanya tersedia pada seri flagship vivo.

Menurut Fendy Tanjaya, Product Manager vivo, teknologi ini dirancang untuk menghadapi kondisi pencahayaan sulit seperti konser atau festival.

“Integrasi 10x Telephoto Zoom dengan AI Stage Mode memungkinkan detail tetap tajam dan warna konsisten meski diambil dari jarak jauh,” jelasnya.Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memotret objek dari jarak jauh tanpa kehilangan detail, bahkan dalam kondisi lampu panggung yang kompleks.

AI untuk Mempercantik Foto

Selain perangkat keras kamera, vivo juga menambahkan sejumlah fitur fotografi berbasis kecerdasan buatan.

Salah satunya adalah AI Travel Portrait, yang memungkinkan pengguna mengubah latar foto melalui AI Landscape Master. Fitur ini dapat memperindah latar pemandangan secara otomatis.

Ada juga AI Four-Seasons, yang mampu mengubah nuansa foto menjadi suasana empat musim berbeda. Selain itu, AI Style memungkinkan pengguna memodifikasi pencahayaan langit, menjaga komposisi foto, serta menghapus objek yang tidak diinginkan hanya dengan satu sentuhan.Pendekatan ini menunjukkan perubahan tren fotografi smartphone pada 2026. Kamera tidak lagi sekadar menangkap gambar, tetapi juga membantu pengguna menyempurnakan hasil foto secara otomatis dengan bantuan AI.

Desain Tipis dengan Ketahanan Tinggi

Dari sisi desain, vivo V70 menggunakan layar 6,59 inci rounded-corner dengan bezel ultra-tipis. Ketebalan perangkat hanya 7,59 mm, sehingga terasa tipis saat digenggam.

Bodi perangkat menggunakan frame logam ringan dengan modul kamera Flagship Metal Design.

Ketangguhan perangkat juga diperkuat dengan sertifikasi IP68 dan IP69, yang memberikan perlindungan terhadap air dan debu. Smartphone ini juga memiliki struktur 10-Facet Drop Resistance untuk meningkatkan ketahanan terhadap benturan.

Untuk keamanan, vivo menyematkan 3D Ultrasonic Fingerprint Scanning 2.0, yang memiliki area pemindaian lebih luas dan respons lebih cepat.

Performa dan Baterai Besar

Di sektor performa, vivo V70 menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 dengan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini dirancang untuk memberi kecepatan membaca data yang lebih tinggi serta multitasking yang lebih stabil.

Smartphone ini juga menjalankan OriginOS 6, sistem antarmuka terbaru dari vivo yang menghadirkan fitur seperti Origin Island untuk notifikasi kontekstual serta Origin Smooth Engine yang menjaga performa tetap stabil saat membuka banyak aplikasi.Untuk daya tahan, perangkat ini dilengkapi baterai 6.500 mAh BlueVolt dengan 90W FlashCharge.

Kamera 200MP di Segmen Rp6 Jutaan

Jika vivo V70 fokus pada telephoto, maka vivo V70 FE menawarkan pendekatan berbeda.

Smartphone ini dilengkapi kamera utama 200MP dengan OIS, yang merupakan resolusi tertinggi dalam sejarah V Series.

Resolusi tinggi ini memungkinkan pengguna melakukan cropping foto tanpa kehilangan detail.

Selain itu, tersedia fitur 85mm Close-Up Portrait, yang memberikan perspektif portrait lebih natural.

Menurut Fabrizio Rava, Product Manager vivo, kombinasi kamera besar dan baterai besar menjadi fokus utama perangkat ini.

“Kombinasi 200MP OIS Main Camera serta baterai 7000mAh terbesar dalam sejarah V Series memungkinkan pengguna menangkap detail perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya,” ujarnya.

Baterai Terbesar dalam Sejarah V Series

Selain kamera, vivo V70 FE juga membawa baterai 7.000 mAh, yang menjadi kapasitas terbesar dalam lini V Series.Baterai ini didukung 90W FlashCharge, sehingga pengisian daya tetap cepat meskipun kapasitasnya besar.

Perangkat ini menggunakan layar 6,83 inci OLED 1.5K Ultra-Clear Display dengan bezel tipis, serta chipset Dimensity 7360-Turbo dengan penyimpanan UFS 3.1.Ketangguhan perangkat juga dilengkapi sertifikasi IP68 dan IP69 serta Military-Grade Shock Resistance.

Tren Smartphone 2026: Kamera dan AI

Peluncuran vivo V70 Series memperlihatkan arah perkembangan smartphone pada 2026.

Pertama, kamera tetap menjadi faktor utama persaingan, bahkan di kelas menengah. Sensor beresolusi tinggi seperti 200MP mulai digunakan untuk memberikan fleksibilitas editing.

Kedua, telephoto zoom semakin penting, terutama untuk fotografi konser, olahraga, dan travel.

Ketiga, AI semakin terintegrasi dalam fotografi, mulai dari memperbaiki pencahayaan hingga menghapus objek secara otomatis.

Dengan strategi tersebut, vivo tampaknya ingin memastikan satu hal: smartphone tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga perangkat kreatif yang mampu merekam cerita visual pengguna dalam berbagai situasi.

Topik Menarik