BYD Siap Kenalkan Teknologi Baru, Cas Mobil Listrik hanya 5 Menit

BYD Siap Kenalkan Teknologi Baru, Cas Mobil Listrik hanya 5 Menit

Otomotif | sindonews | Selasa, 10 Maret 2026 - 09:37
share

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengklaim telah mencapai tonggak penting lainnya dalam teknologi baterai ketika memperkenalkan Blade Battery 2.0 bersamaan dengan sistem pengisian daya ultra cepat baru yang dikenal sebagai FLASH Charging.

Kombinasi teknologi ini dikatakan mampu mengurangi waktu pengisian daya kendaraan listrik secara drastis, dan bahkan memungkinkan kendaraan listrik untuk "diisi ulang" hampir secepat pengisian bahan bakar kendaraan bensin.

Menurut BYD, sistem ini dirancang untuk menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik secara luas, yaitu waktu pengisian daya yang lama.

FLASH Charging

Pengisian Daya Kendaraan Listrik Secepat Pengisian Bahan Bakar

Teknologi ini mampu memungkinkan kendaraan listrik untuk diisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit dalam kondisi optimal.Selain itu, pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen dapat dicapai dalam waktu sekitar sembilan menit.

Bahkan pada suhu di bawah nol, sistem ini masih mampu mengisi daya baterai dari 20 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar 12 menit.

Sistem ini diperkenalkan bersamaan dengan stasiun pengisian daya tinggi 1.500 kW yang mendukung teknologi FLASH Charging.

Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengatakan industri otomotif masih perlu menyelesaikan masalah kecepatan dan keandalan pengisian daya jika ingin mempercepat adopsi global kendaraan listrik (EV).

Baterai Blade 2.0 Lebih Padat Energi

Baterai Blade 2.0 juga menawarkan peningkatan kepadatan energi. BYD mengatakan baterai generasi baru ini memiliki peningkatan kepadatan energi sekitar lima persen dibandingkan dengan versi aslinya.Dengan peningkatan tersebut, kendaraan yang menggunakan baterai ini dapat mencapai jarak tempuh lebih dari 621 mil (1.000 km) berdasarkan siklus uji CLTC di Tiongkok.

Jika diterjemahkan ke standar uji EPA AS, angka tersebut diperkirakan masih dapat menempuh jarak lebih dari 644 km.

Teknologi FlashPass Mempercepat Pergerakan Ion

Di antara teknologi utama yang berkontribusi pada peningkatan kinerja ini adalah sistem transportasi ion yang disebut FlashPass.

Sistem ini menggunakan katoda, elektrolit, dan anoda yang dirancang khusus untuk mengurangi resistansi internal dan penumpukan panas di dalam baterai.

Akibatnya, pergerakan ion litium di dalam baterai menjadi lebih cepat, memungkinkan pengisian daya ultra cepat tercapai.Desain Lebih Aman dan Tahan Lama

Dari perspektif keamanan, BYD mengklaim bahwa baterai ini lebih tahan lama dan aman.

Dikatakan telah lulus beberapa uji keamanan termasuk pengisian daya kilat simultan dan uji penetrasi paku tanpa pelarian termal, asap, atau kebakaran.

Jaringan Stasiun Pengisian Daya FLASH yang Diperluas

Selain teknologi baterai dan pengisian daya, perangkat keras stasiun pengisian daya juga dirancang agar lebih mudah digunakan.

Pengisi daya FLASH menggunakan sistem kabel overhead berbentuk T yang memastikan kabel tidak menyentuh tanah dan memudahkan pengemudi untuk menghubungkan pengisi daya ke kendaraan.Hingga saat ini, BYD telah memasang lebih dari 4.200 stasiun pengisian daya baru di Tiongkok.

Perusahaan juga berencana untuk menambah sekitar 20.000 stasiun pengisian daya lagi hingga akhir tahun.

Stasiun pengisian daya ini dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi yang memungkinkan daya pengisian ultra-tinggi didistribusikan bahkan ketika jaringan listrik lokal memiliki keterbatasan kapasitas.

Model pertama yang diharapkan menggunakan teknologi ini di Eropa adalah Denza Z9GT, sebuah wagon listrik premium dari sub-merek mewah BYD, Denza.

Detail lebih lanjut tentang rencana untuk memperluas teknologi pengisian daya ini ke pasar global diharapkan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Topik Menarik