Pawang Hujan Rara Turun Tangan ke Pawai Ogoh-Ogoh Bundaran HI
Raden Roro Istiati Wulandari atau yang kerap disapa Mbak Rara, turun langsung saat pawai Ogoh-ogoh di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Minggu (8/3/2026). Adapun Mbak Rara selama ini dikenal publik lewat aksinya sebagai pawang hujan.
Dari pantauan SindoNews, Mbak Rara terlihat datang ke acara itu dengan baju kebaya berwarna hijau. Ia terlihat memegang singing bowl atau mangkuk emas sebagai alat ritualnya.
Sekitar pukul 07.33 WIB, Mbak Rara mulai melakukan sejumlah ritual, yang saat itu kondisi cuaca masih diguyur hujan rintik-rintik. Ia terlihat berteriak ke arah langit sambil memukul-mukul singing bowl dengan kentungan kecil yang ia bawa.
Baca juga: Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
Selama beberapa waktu, hujan tetap turun namun dengan intensitas kecil. Pawai pun tetap berjalan baik dan pengunjung tetap bertahan di lokasi acara.Akan tetapi sekitar pukul 08.26 WIB, hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan tersebut. Hal ini membuat sebagian pengunjung membubarkan diri untuk mencari tempat teduh.
Sedangkan mereka yang tetap bertahan terlihat langsung membuka payung dan mengenakan mantel hujan. Diketahui, ogoh-ogoh dengan berbagai karakter diarak dari kawasan Monas ke area CFD Bundaran HI.
Para pembawa ogoh-ogoh juga tampak tetap bersemangat menari-nari meski diguyur hujan. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pawai ogoh-ogoh di Bundaran HI akan dimeriahkan dengan pemasangan penjor.
"Kemudian untuk besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor.Hadir Bapak Wakil Gubernur dan saya juga akan hadir," ucap Pramono, Sabtu (7/3).
Sebagai kota multikultur dan multietnik, sudah selayaknya Jakarta memberikan ruang bagi siapapun untuk mengekspresikan keyakinan dan tradisinya.
"Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita. Karena memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini," pungkasnya.










