Donald Trump Menghina Iran: Pecundang Timur Tengah!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghina Iran dengan menyebutnya sebagai "pecundang Timur Tengah". Penghinaan ini disampaikan tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang dilancarkan selama perang melawan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Sabtu (7/3/2026), Trump menulis: "Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji tidak akan menembak mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel."
Baca Juga: Diminta Donald Trump Menyerah Tanpa Syarat, Iran: Mimpi!
Presiden dari Partai Republik ini mengeklaim dalam unggahannya bahwa Iran berusaha untuk mengambil alih dan memerintah Timur Tengah.
"Iran bukan lagi 'Pengganggu Timur Tengah', melainkan 'Pecundang Timur Tengah', dan akan tetap demikian selama beberapa dekade sampai mereka menyerah atau, kemungkinan besar, benar-benar runtuh!" lanjut Trump.
Pada hari Jumat, Trump menuntut "penyerahan tanpa syarat" Iran sebagai satu-satunya hasil yang dapat diterima untuk mengakhiri permusuhan, sambil berjanji untuk membantu membangun kembali ekonomi negara itu jika Teheran mematuhi dan memasang kepemimpinan baru.Trump mengatakan bahwa setelah Iran menyerah, Amerika Serikat dan sekutunya akan berupaya membawa Iran kembali dari ambang kehancuran. "Menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi dari sebelumnya," paparnya.Pezeshkian berjanji kepada negara-negara tetangga bahwa dewan kepemimpinan sementara telah sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan drone atau rudal yang ditembakkan ke arah mereka kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah seperti yang diminta Trump.
"Musuh-musuh harus menyimpan mimpi mereka—agar rakyat Iran menyerah—sampai ke liang kubur mereka," katanya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa kampanye pengeboman terbesar dalam perang ini masih akan datang.
Perang ini dimulai sejak Sabtu pekan lalu ketika AS dan Israel menyerang Iran dengan serangan yang menargetkan kemampuan militer, kepemimpinan, dan program nuklirnya. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan hari pertama.Tujuan dan jangka waktu perang yang dinyatakan Washington telah berulang kali berubah. AS kadang-kadang mengisyaratkan bahwa mereka berupaya menggulingkan pemerintah Iran atau mengangkat kepemimpinan baru dari dalam. Namun, dalam beberapa kesempatan Washington menyatakan tidak bertujuan melakukan perubahan rezim di Iran.
Pertempuran tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang di Iran, lebih dari 200 orang di Lebanon, dan 11 orang di Israel, menurut para pejabat di negara-negara tersebut. Enam tentara AS juga telah tewas.
Sementara itu, beberapa ledakan terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu pagi. Pemerintah setempat mengatakan telah mengaktifkan pertahanan udara. Penumpang yang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Dubai, bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, mendapati diri mereka diarahkan ke terowongan kereta api di lapangan terbang yang luas setelah alarm berbunyi.






