Ramadan Jazz Festival ke-15 Masjid Cut Meutia, RICMA: Dakwah Kultural Generasi Muda

Ramadan Jazz Festival ke-15 Masjid Cut Meutia, RICMA: Dakwah Kultural Generasi Muda

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:22
share

Malam Ramadan di pelataran Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, terasa berbeda. Di ruang yang biasanya identik dengan lantunan doa dan kegiatan ibadah, kali ini alunan musik jazz mengisi halaman masjid pada Jumat malam, 6 Maret 2026 saat Ramadan Jazz Festival (RJF) ke-15 digelar.

Ribuan pengunjung berkumpul menikmati harmoni musik sekaligus berpartisipasi dalam gerakan sosial yang menjadi ruh dari festival ini. Ramadan Jazz Festival pertama kali digagas pada 2010 oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) bersama komunitas WartaJazz. Sejak itu, festival ini berkembang menjadi salah satu agenda musik Ramadan yang unik di Indonesia, memadukan musik, spiritualitas, dan kepedulian sosial dalam satu panggung.

Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival tahun ini digelar pada 6–7 Maret 2026 dengan tema “Harmoni Pulihkan Negeri.” Tema tersebut diangkat sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak banjir bandang.

Baca juga: Ngabuburit Sambil Berburu Kuliner, Masjid Cut Meutia Jadi Pilihan Warga

Ketua Ramadan Masjid Cut Meutia, M. Pradana Indraputra, mengatakan Ramadan Jazz Festival sejak awal dirancang sebagai bentuk dakwah yang disampaikan melalui pendekatan budaya.“Ramadan Jazz Festival bukan hanya tentang musik. Ini adalah cara kami menyampaikan nilai kepedulian dan kebersamaan melalui medium yang lebih dekat dengan generasi muda,” ujarnya.

Festival ini menggunakan konsep donasi sebagai mekanisme kehadiran pengunjung. Masyarakat dapat berdonasi melalui platform Goers maupun secara langsung di lokasi acara.

Lihat video: Cara Tetap Istiqomah setelah Ramadan Berakhir

Project Officer Ramadhan Jazz Festival ke-15, Ali Akbar Hasyemi, mengatakan konsep tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya menikmati musik tetapi juga berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

“Kami ingin Ramadhan Jazz Festival menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi siapa saja. Melalui konsep donasi ini, setiap pengunjung ikut berkontribusi dalam gerakan sosial,” ujarnya.

Seluruh keuntungan dari penjualan tiket Ramadhan Jazz Festival akan disalurkan 100 untuk program kemanusiaan, termasuk dukungan rekonstruksi masjid dan kegiatan sosial di wilayah terdampak bencana. Pada hari pertama penyelenggaraan, panggung Ramadhan Jazz Festival menampilkan sejumlah musisi lintas generasi, antara lain Candra Darusman, Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet, Galaxy Big Band Jazz Orchestra, serta kolaborasi Krakatau bersama Andre Dinuth dan Barry Likumahuwa. Penampilan Salma Salsabil, Kunto Aji, Societeit de Harmonie x Natasya Elvira, Sore, dan Sisitipsi turut meramaikan panggung festival.

Managing Director WartaJazz sekaligus Artistic Director Ramadhan Jazz Festival, Agus Setiawan Basuni, menegaskan bahwa sejak awal festival ini dirancang sebagai gerakan sosial. “Ramadan Jazz Festival bukan sekadar konser musik. Musik menjadi medium untuk mengajak masyarakat berbagi dan peduli kepada sesama,” ujarnya.

Ramadan Jazz Festival ke-15 akan berlanjut pada hari ini Sabtu (7/3/2026) dengan rangkaian penampilan musisi lainnya yang siap melanjutkan semangat harmoni, kebersamaan, dan berbagi di bulan suci Ramadan.

Topik Menarik