Lionel Messi Dikecam usai Hadiri Acara Trump di Gedung Putih
Kapten Inter Miami, Lionel Messi, menjadi sorotan publik setelah menghadiri acara di Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kehadiran megabintang sepak bola asal Argentina itu menuai kritik di media sosial karena dianggap ikut memberi legitimasi pada pernyataan politik yang disampaikan Trump.
Acara tersebut digelar di Washington, DC, sebagai bentuk penghormatan kepada Messi dan skuad Inter Miami setelah menjuarai Major League Soccer (MLS). Dalam kesempatan itu, Trump memuji kontribusi Messi yang membawa klub asal Florida tersebut meraih gelar liga, sekaligus menobatkannya sebagai pemain terbaik kompetisi untuk musim kedua secara beruntun.
“Merupakan kehormatan bisa mengatakan sesuatu yang mungkin belum pernah diucapkan presiden Amerika sebelumnya: selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,” kata Trump saat memperkenalkan pemain berusia 38 tahun tersebut di hadapan para tamu undangan.
Baca Juga: Messi Temui Donald Trump di Gedung Putih saat Dunia Memanas
Trump juga menilai Messi sebagai atlet yang mampu menghadapi tekanan besar sekaligus memenuhi ekspektasi tinggi publik sepak bola dunia.Namun, momen tersebut tidak lepas dari kontroversi. Sebelum membahas sepak bola, Trump terlebih dahulu menyinggung operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam pidatonya, ia mengklaim militer AS bersama sekutunya berhasil menekan musuh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ucapan itu disambut tepuk tangan dari para tamu yang hadir di ruangan, termasuk Messi dan sejumlah pemain Inter Miami. Respons tersebut kemudian memicu reaksi keras dari sebagian warganet yang menilai para atlet ikut terseret dalam isu politik dan konflik internasional.
Sejumlah tokoh publik turut mengomentari kejadian tersebut. Penulis Palestina-Amerika Ali Abunimah, misalnya, mengkritik sikap Messi yang terlihat bertepuk tangan saat Trump menyinggung konflik tersebut.
Sementara itu, jurnalis Spanyol Leyla Hamed menilai situasi tersebut terasa janggal, mengingat pernyataan tentang konflik militer disampaikan di hadapan para atlet sepak bola.
“Trump dengan santai mengumumkan rencana pemboman lebih lanjut terhadap Iran di depan seluruh skuad Inter Miami,” tulisnya di media sosial.Di tengah kritik yang bermunculan, Messi sendiri tidak menyampaikan pernyataan apa pun selama acara berlangsung. Pemain yang dikenal jarang berbicara soal politik itu lebih banyak berdiri mendampingi Trump bersama rekan-rekannya.
Dalam kesempatan tersebut, Messi juga memberikan bola bertanda tangan para pemain Inter Miami kepada Trump sebagai kenang-kenangan.
Trump kemudian bercerita bahwa putranya, Barron, merupakan penggemar berat Messi. Ia bahkan menyebut bintang Argentina itu sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, sambil membandingkannya dengan legenda Brasil, Pelé.
Di akhir acara, pemilik Inter Miami Jorge Mas dan pelatih Javier Mascherano juga menyerahkan jersey klub kepada Trump.Messi sendiri dikenal sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah sepak bola. Ia telah memenangkan delapan Ballon d’Or dan memimpin tim nasional Argentina meraih gelar juara diPiala Dunia 2022.









