Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Whistleblower Dugaan Korupsi Pelabuhan: Ini Skandal Besar yang Harus Dibongkar!
Aktivis buruh Ermanto Usman (65) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2026) dini hari. Ia diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas).
Diketahui korban tengah menjadi sorotan publik setelah mengungkap dugaan korupsi di tubuh PT Pelindo II terkait perpanjangan kontrak JICT. Kasus ini pun lantas mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Baca juga: LPSK Siap Lindungi Keluarga Korban Pembunuhan Aktivis Buruh di Jatibening Bekasi
Dia pun meminta pihak Kepolisian segera mengusut tuntas. “Kejadian perampokan ini sangat janggal, maka saya meminta Polri memberi atensi penuh terhadap kasus ini," ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (7/6/2026).
"Pertama, kasusnya harus diusut tuntas karena sangat kuat dugaan ada tujuan pembungkaman terhadap korban. Karena kita tahu, korban adalah salah satu sosok yang vokal menyuarakan reformasi di sektor pelabuhan,” kata Politikus NasDem ini.Lebih lanjut, Sahroni mendorong negara menjamin keselamatan bagi para whistleblower. Agar ke depan tidak ada lagi individu yang takut mengungkap potensi kejahatan.
Baca juga: Suami Tewas dan Istri Kritis, Polisi Buru Perampok Sadis di Bekasi
“Kedua, perlindungan saksi dan whistleblower harus serius dilakukan. Pokoknya telusuri segala kemungkinan agar tidak menyisakan ruang spekulasi di publik," katanya.
"Penegak hukum dan negara harus bisa memastikan para whistle blower ini tidak justru merasa terancam keselamatannya agar masyarakat tidak takut melaporkan praktik-praktik yang merugikan negara,” pungkasnya.










