Transformasi Perdagangan Berbasis Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Nasional
ISACA Indonesia Chapter menegaskan pentingnya penguatan tata kelola teknologi informasi dan manajemen risiko sebagai pilar utama dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi di tanah air. Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang diawali dengan diskusi panel mengenai lanskap perdagangan digital nasional di Jakarta, Rabu (5/3).
"Transformasi tersebut tidak hanya menuntut adopsi teknologi, tetapi juga penguatan aspek governance, risk management, compliance, serta kesiapan sumber daya manusia," ujar mantan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, saat memaparkan urgensi adaptasi digital dalam sesi Monthly Talk & Sharing Session (MTS) dikutip, Jumat (6/3).
Baca Juga:Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru
Diskusi tersebut menyoroti bagaimana percepatan digitalisasi telah mengubah peta perdagangan nasional dan global secara fundamental. Daya saing Indonesia di masa depan dinilai sangat bergantung pada integritas sistem informasi serta ketahanan terhadap risiko siber guna menjaga stabilitas pasar. Oleh karena itu, peran asosiasi profesi menjadi krusial dalam membangun standar kompetensi dan memperkuat ekosistem Governance, Risk, and Compliance (GRC) di berbagai lini industri.
Isu keamanan digital nasional turut menjadi perhatian utama mengingat kompleksitas ancaman siber yang terus meningkat di sektor finansial dan perdagangan. Kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dianggap sebagai kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik. Tanpa cyber resilience yang mumpuni, potensi ekonomi digital Indonesia dikhawatirkan tidak akan mencapai target pertumbuhan yang optimal.Baca Juga:3 Negara Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI, Januari 2026 Sentuh USD0,95 Miliar
Memasuki agenda utama organisasi, ISACA Indonesia menyelenggarakan AGM sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan tahunan yang mencakup capaian program kerja serta rencana strategis untuk menghadapi dinamika teknologi ke depan. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang partisipatif bagi para anggota dalam menentukan arah kontribusi organisasi bagi kemajuan teknologi informasi nasional.
Melalui momentum ini, ISACA Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi strategis dalam penguatan audit sistem informasi dan ketahanan digital. Fokus organisasi tetap pada penyediaan panduan praktis bagi para profesional agar mampu menavigasi risiko di tengah pesatnya arus ekonomi berbasis teknologi. Upaya edukasi berkelanjutan akan terus didorong guna mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan ekonomi global.










