Perang AS-Israel vs Iran Diprediksi Berlangsung Lama, Prabowo Bisa Maksimalkan BoP
Indonesia memiliki peran strategis untuk menghentikan perang Amerika Serikat-Israel vs Iran. Indonesia yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) harus mampu memanfaatkannya untuk bisa meredam ketegangan di kawasan teluk tersebut.
Peran Indonesia bisa menjadi mediator konflik agar kedua pihak mau duduk untuk berunding, setidaknya menghentikan perang. Indonesia ketika berada dalam BoP harus turut aktif menciptakan perdamaian dunia dengan diplomasi. ”Sehingga peran yang diambil Indonesia tersebut sejalan dengan politik bebas aktif yang dianut selama ini,” kata Anggota Dewan Pertimbangan ICMI Achmad Baidowi dalam siaran tertulis, Jumat (6/3/2026). Baca juga:100 Jam Pertama Perang Lawan Iran, AS Habiskan Rp63 Triliun dan Terus Bertambah
Awiek, sapaan akrabnya, memprediksi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran diprediksi akan berlangsung lama dan penuh ketidakpastian. Bahkan perang ini akan berdampak pada banyak hal.
“Perang ini akan berdampak global. Terutama dalam sektor energi setelah Iran memblokade selat Hormuz sehingga menyebabkan kapal pengangkut minyak terganggu,” lanjutnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddique mengatakan, Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berencana mengunjungi Teheran, Iran. Jimly menyambut baik langkah Prabowo menjadi mediator antara AS- Israel vs Iran guna meredam eskalasi konflik. Jimly menerangkan, niat Presiden Prabowo untuk mediasi itu lebih ke arah untuk meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk. Terutama setelah militer Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang Iran secara sepihak.
Upaya Presiden Prabowo memediasi konflik antara AS-Israel dengan Iran mendapat sambutan positif dari sejumlah negara di Timur Tengah. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI periode 2025-2030 Nusron Wahid. Nusron mengatakan dukungan tersebut disampaikan oleh beberapa negara di kawasan Timur Tengah serta negara Islam lainnya. Baca juga:Evakuasi WNI di Iran Dimulai Hari Ini secara Bertahap, Kloter Pertama 32 Orang
"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran. Untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron Wahid usai acara buka puasa Presiden Prabowo bersama para tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
Sementara itu, pemerintah akan mulai melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah pada Jumat hari ini. Untuk kloter pertama, sebanyak 32 orang akan dievakuasi. Untuk jalur evakuasi akan melalui Azerbaijan.










