Penerbangan Ditutup, Jemaah Umrah Umi Pipik Tertunda Berangkat ke Tanah Suci
Kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah berdampak signifikan pada sektor penerbangan dunia, termasuk layanan travel umrah milik Pipik Dian Irawati atau yang akrab disapa Umi Pipik. Akibat penutupan rute penerbangan, sejumlah jemaah umrah Umi Pipik terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
Dalam sebuah wawnacara, Umi Pipik mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil secara mendadak mengikuti arahan dari pihak maskapai demi keamanan para jemaah.
"Saya juga ada jemaah, karena saya juga punya travel ya. Yang harusnya juga berangkat, tapi tertunda karena kemarin baru dapat kabar untuk di-cancel dulu. Harusnya kemarin berangkat," ujar Umi Pipik di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat baru-baru ini.
Baca Juga : Langit Timur Tengah Ditutup Imbas Perang Iran vs AS, Maskapai Putar Arah dan Tiket Pesawat Diprediksi Naik
Merujuk kondisi itu, istri mendiang Ustadz Jefri Al Buchori ini memaklumi keputusan maskapai yang lebih mengutamakan keselamatan penumpang. "Tapi kan karena genting ya, lagi genting-gentingnya, jadi akhirnya ya mereka mau nggak mau nggak bisa menyalahkan karena memang itu kan keputusan dari penerbangannya," tuturnya.
Umi Pipik pun menyebut keselamatan nyawa jemaah menjadi prioritas utamanya. Ia tak ingin mengambil risiko dengan memaksakan keberangkatan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
"Iya, karena kita kan nyari selamat buat jemaah juga," tegas Umi Pipik singkat.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Sang Kakak Fadia Arafiq, Fairuz Arafiq: Kalau Salah Jalani Konsekuensi
Saat ini, kata Umi Pipik, pihak maskapai masih menerapkan pembatasan untuk terbang ke wilayah Timur Tengah. Namun, ia juga mendapatkan informasi bahwa operasional penerbangan kemungkinan akan mulai dibuka kembali dalam waktu dekat. "Iya memang ada, ada peng-cancel-an. Memang belum, belum boleh berangkat. Nanti mungkin insyaallah tanggal 5 ini pada berangkat. Dibolehkan mulai tanggal 5, tanggal 6 ini boleh gitu," katanya.
Di sisi lain, Umi Pipik tak menampik rasa sedihnya saat mendengar kabar banyak jemaah asal Indonesia lainnya yang justru tertahan dan tak bisa pulang ke Tanah Air akibat pembatasan penerbangan tersebut.
"Ya, sedih juga ya, karena kan kita juga lihat ya bahwa di udara mungkin kita tahu seperti itu. Jadi mungkin mereka ya bener banget tidak mau mengambil risiko yang ini (berbahaya)," tutupnya.










