Ruam di Leher Trump Jadi Sorotan, Kondisi Kesehatannya Dipertanyakan

Ruam di Leher Trump Jadi Sorotan, Kondisi Kesehatannya Dipertanyakan

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 3 Maret 2026 - 16:15
share

Penampilan Presiden Donald Trump dalam acara Medal of Honor Ceremony pada Senin (2/3/2026) menarik perhatian publik. Namun bukan pidatonya yang menjadi sorotan, melainkan ruam kulit kemerahan di dekat kerah bajunya. Menurut dokter pribadinya, kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama “beberapa minggu.”

Dikutip New York Times, Dr. Sean P. Barbabella menyampaikan dalam pernyataan resmi pada hari yang sama bahwa presiden menggunakan krim obat sebagai perawatan “pencegahan” untuk kondisi kulit tersebut. Kemerahan itu terlihat memanjang dari kerah baju hingga ke belakang telinga kanannya. Meski demikian, Dr. Barbabella tidak menjelaskan secara rinci jenis kondisi kulit yang dialami maupun obat yang digunakan.

“Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan, yang diresepkan oleh dokter Gedung Putih,” bunyi pernyataan tersebut. “Presiden telah menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu.”

Baca Juga : Trump Ultimatum Pasukan Iran: Letakkan Senjata atau Mati!Sebagai presiden tertua yang pernah dilantik, Trump memang kerap berada di bawah sorotan publik terkait kondisi kesehatannya. Perhatian itu meningkat setelah muncul tanda-tanda kelelahan selama tahun pertamanya kembali menjabat, ditambah minimnya penjelasan detail dari dokter dan ajudannya mengenai kondisi kesehatannya.

Dalam setahun terakhir, Trump juga beberapa kali terlihat memiliki memar yang cukup jelas di tangannya. Saat memar muncul di tangan kanan, pejabat Gedung Putih menyebut penyebabnya adalah kebiasaan berjabat tangan. Trump pun sempat menutupi memar tersebut dengan riasan. Ketika memar muncul di tangan kirinya bulan lalu, ia mengatakan bahwa itu terjadi karena tangannya terbentur meja dan saat itu ia sedang mengonsumsi aspirin.

Selain itu, Trump juga kerap terlihat mengalami pembengkakan pada kaki. Menurut dokter dan para ajudannya, kondisi tersebut disebabkan oleh insufisiensi vena kronis, yaitu gangguan pada pembuluh darah vena yang menyebabkan aliran darah kembali ke jantung tidak berjalan optimal.

Baca Juga : Nyaris Terjebak Perang Iran vs Israel-AS, Raisa Tinggalkan Dubai Sesaat sebelum Serangan Rudal

Selama lebih dari satu dekade, Trump beserta dokter dan ajudannya kerap mengeluarkan pernyataan singkat, optimistis, dan cenderung samar terkait kondisi kesehatannya. Pada akhir 2015, Dr. Harold Bornstein, dokter pribadinya saat itu, bahkan menyatakan bahwa Trump akan menjadi “individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.” Sementara pada 2018, Dr. Ronny L. Jackson, dokter Gedung Putih, menyebut bahwa dengan pola makan yang lebih baik, Trump bisa hidup hingga usia 200 tahun.Spekulasi tentang kesehatan Trump telah muncul sejak ia aktif di panggung politik nasional. Namun, ia kerap menolak memberikan penjelasan rinci mengenai kapan dan alasan dirinya menjalani perawatan medis, baik saat terinfeksi Covid-19 maupun ketika menjalani prosedur medis rutin.

Menjelang pemilihan 2024, misalnya, dokter Trump merilis laporan kesehatan satu halaman yang bernada sangat positif tetapi minim detail. Laporan tersebut bahkan tidak mencantumkan informasi dasar seperti berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, maupun daftar obat resep yang dikonsumsi. Trump pada akhirnya juga menolak merilis catatan kesehatan mendasar lainnya sebelum pemilihan.

Salah satu episode paling serius terjadi pada Oktober 2020, ketika Trump jatuh sakit akibat Covid-19. Kondisinya saat itu dilaporkan sangat mengkhawatirkan hingga pejabat mempertimbangkan kemungkinan penggunaan alat bantu pernapasan. Namun, tingkat keparahan penyakitnya baru terungkap kepada publik setelah ia meninggalkan jabatannya pada Januari 2021. Para dokternya kemudian mengakui bahwa gambaran yang mereka sampaikan sebelumnya terlalu optimistis.

Topik Menarik