Tidur 'Balas Dendam' saat Puasa Ternyata Berbahaya, Jangan Lebih dari 9 Jam
Seorang perawat bernama Rizal dengan akun X @afrkml membagikan edukasi kesehatan terkait kebiasaan “balas dendam” tidur selama Ramadan, terutama saat libur. Dalam cuitannya, Rizal mengingatkan agar durasi tidur tidak melebihi total 9 jam dalam sehari.
Meskipun memang pola tidur selama Ramadan berubah karena adanya sahur dan ibadah malam.
“Aku tahu beberapa dari kita memilih ‘balas dendam’ tidur selama Ramadan pas libur dengan tidur berjam-jam, terutama setelah subuhan. Tapi ingat, jangan melebihi total 9 jam dalam sehari,” tulisnya.
Baca juga: Agnez Mo Tampil Elegan Pakai Gamis Putih saat Bukber di Dubai, Calon Tren Lebaran 2026
TKA SMA Rampung Digelar, Kemendikdasmen: Pemahaman Tekstual Siswa Secara Nasional ada di Angka 49,21
Rizal menjelaskan bahwa tidur berlebihan maupun kurang tidur sama-sama berdampak pada kesehatan, khususnya risiko kardiovaskular dan metabolik. Menurutnya, berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara durasi tidur yang tidak ideal dengan peningkatan risiko gangguan jantung, metabolisme, hingga kualitas hidup secara umum.Ia memberi contoh, jika seseorang sudah tidur 4 jam pada malam hari, lalu bangun untuk sahur dan salat Subuh, kemudian kembali tidur di pagi hari, maka durasi tidur tambahan sebaiknya tidak lebih dari 5 jam agar totalnya tidak melampaui 9 jam dalam sehari.
Baca juga: Ratusan Penerbangan Dibatalkan, Meisya Siregar Deg-Degan Jelang Transit di Dubai
Meski ia lebih menyarankan pola tidur malam yang utuh, namun menurutnya pola tidur split sleep masih tergolong wajar selama bulan Ramadan. Namun, ia tetap mengingatkan agar total jam tidur tetap dikontrol dan tidak berlebihan.
“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” tulisnya.
Daripada tidur terlalu lama, Rizal menyarankan sisa waktu bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih produktif, seperti olahraga ringan hingga sedang menjelang berbuka puasa. Untuk latihan yang lebih berat, menurutnya waktu yang sesuai adalah satu jam setelah berbuka.
Pasalnya, saat itu tubuh sudah kembali terhidrasi dan mendapat asupan energi. Edukasi ini pun mendapat respons positif dari warganet, terutama karena banyak orang cenderung mengubah pola tidurnya secara drastis selama Ramadan.









