Waka MPR: Dari Pesantren Lahir Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Siap Mengabdi

Waka MPR: Dari Pesantren Lahir Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Siap Mengabdi

Berita Utama | sindonews | Selasa, 3 Maret 2026 - 15:03
share

Wakil Ketua (Waka) MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam menjaga moral dan persatuan bangsa. Hal itu disampaikan dalam kegiatan buka bersama di Pondok Pesantren Al Muqoddasah, Ponorogo, Jawa Timur.

Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Ramadan Religi, Menguatkan Negeri dengan subtema Ilmu, Iman, dan Pengabdian tersebut dihadiri para kiai, pengasuh, ustaz dan ustazah, serta santri tahfiz Al-Qur’an tingkat SD, SMP, dan SMA.

Baca juga: Ratusan Madrasah dan Pesantren Terdampak Banjir-Longsor, Kemenag Bantu Pulihkan Layananan Pendidikan

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Pesantren adalah sumber kader pemimpin umat. Pesantren adalah rumah peradaban,” kata Ibas, dikutip Selasa (3/3/2026).

Dia menyebut, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan tarbiyah, muhasabah, dan penguatan jiwa. Nilai-nilai tersebut, kata Ibas, menjadi fondasi penting dalam membangun generasi berkarakter.

Mengutip pesan KH Hasyim Asy’ari, Ibas menyampaikan bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan. “Cinta tanah air bagian dari iman. Menjaga NKRI bagian dari pengabdian,” ujarnya.

Baca juga: Hukum Kepemimpinan dalam Organisme Pesantren

Ibas juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 39 ribu pesantren di Indonesia dengan jutaan santri. Jumlah tersebut merupakan kekuatan besar dalam membangun karakter serta masa depan bangsa.

Namun demikian, ia mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari disrupsi digital, arus informasi tanpa filter, hingga ancaman radikalisme dan intoleransi. “Karena itu santri harus kuat. Bukan hanya dalam fikih, tetapi juga dalam sains dan teknologi. Bukan hanya dalam zikir, tetapi juga dalam pikir,” tutur Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini.Dia menegaskan komitmennya melalui MPR untuk terus mengawal penguatan pesantren melalui dukungan anggaran pendidikan, akses teknologi, serta pemberdayaan ekonomi santri. “Kami akan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, akses pelatihan, dan penguatan pendidikan karakter agar santri mampu menjadi penjaga moral dan persatuan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ibas mengapresiasi kedisiplinan para santri yang dinilainya memiliki adab, etika, moral, serta karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam membentuk kepemimpinan generasi masa depan Indonesia. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan pesantren, dia turut memberikan apresiasi kepada sepuluh santri dan sepuluh santriwati berprestasi melalui bantuan Al-Qur’an, sajadah, mukena, serta satu unit perangkat komputer guna menunjang kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Dia optimistis bahwa dari pesantren akan lahir ulama, negarawan, dan pemimpin masa depan yang berilmu, beriman, serta siap mengabdi untuk Indonesia.

Khoirul Fata, salah satu dosen UNIDA Gontor dan pengajar Mahad AL Muqoddasah menyampaikan kedatangan Ibas merupakan semangat baru bagi para santri yang sedang menuntut ilmu agar kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berhasil dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.

Topik Menarik