Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Mensos Minta Data Warga Miskin Diperkuat

Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Mensos Minta Data Warga Miskin Diperkuat

Berita Utama | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 00:30
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas kasus siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tragedi memilukan tersebut disebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Korban berinisial YBS (10), siswa kelas IV SD, diduga nekat mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi keluarga. Bocah tersebut disebut tidak mampu membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pena.

Menanggapi kasus ini, Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat miskin mendapatkan perlindungan sosial yang layak.

“Ya, tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka, ya. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Gus Ipul, tragedi siswa SD bunuh diri di Ngada harus menjadi pembelajaran bersama, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan penguatan sistem perlindungan sosial.

Dia menilai akurasi data penerima bantuan sosial menjadi faktor kunci agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari perhatian pemerintah.

“Bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, dan kita harapkan tidak ada yang tidak terdata. Ini hal yang sangat penting saya kira, kembali kepada data,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, data yang valid dan akurat akan menentukan efektivitas program bantuan sosial agar tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan perlindungan.

“Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu, dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” ucapnya.

Sebelumnya, kasus siswa SD bunuh diri di Ngada menjadi sorotan luas setelah polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban yang ditujukan kepada sang ibu.

Surat tersebut ditemukan saat anggota Polres Ngada melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Kamis (29/1/2026) siang.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh, tidak jauh dari pondok sederhana tempat dia tinggal bersama neneknya.

Dalam surat yang ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada, korban menyampaikan pesan perpisahan kepada ibunya yang dipanggil Mama Reti. Surat itu diawali dengan kalimat “Kertas Tii Mama Reti” dan diakhiri dengan pesan “Molo Mama”.

Di bagian akhir surat, korban juga menggambar wajah menangis yang semakin memperkuat kesan pilu dalam kasus siswa SD bunuh diri di Ngada tersebut.

Topik Menarik