Unggah Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Tuai Kritik hingga Pembelaan

Unggah Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Tuai Kritik hingga Pembelaan

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 25 Februari 2026 - 14:13
share

Nama Tasya Kamila tengah menjadi sorotan publik setelah mengunggah laporan kontribusinya untuk Indonesia pascalulus sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Unggahan tersebut menuai pro dan kontra di media sosial, salah satunya ramai diperbincangkan di platform X.

Dalam unggahannya, Tasya merinci sejumlah aktivitas yang disebut sebagai bentuk kontribusi dan pengabdian setelah menyelesaikan studi. Seperti diketahui, penerima beasiswa LPDP memang memiliki kewajiban untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, dari tujuh poin yang dijabarkannya, sebagian warganet mempertanyakan letak kontribusi yang dimaksud. Mereka menilai aktivitas yang dilakukan Tasya pada dasarnya bisa saja dilakukan sebagai figur publik, tanpa harus menjadi penerima beasiswa LPDP.

Baca Juga : Di Tengah Polemik LPDP, Tasya Kamila Tunjukkan Kontribusi sebagai Penerima Beasiswa

Beberapa poin yang disampaikan Tasya antara lain berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai figur publik, melakukan gerakan akar rumput untuk isu keberlanjutan melalui yayasan, serta memberdayakan pemuda Indonesia lewat talkshow, seminar, dan berbagai forum diskusi.Kritik pun bermunculan di media sosial. “Sumpaaahhh!! gue baca postingan beliau kek, ini mah kayaknya nggak LPDP juga bisa deh,” tulis akun X @islaam**.

Akun lain, @alejand****, berkomentar, “Itu mah formalitas biar nggak dibully netizen aja. Karena netizen lagi witch hunting ke penerima LPDP.”

Meski begitu, tak sedikit pula warganet yang membela Tasya. Mereka menilai apa yang dilakukan mantan penyanyi cilik tersebut sudah termasuk kontribusi nyata sesuai bidang dan kapasitasnya. Sebagian juga mempertanyakan ekspektasi publik yang dinilai terlalu tinggi terhadap para penerima beasiswa.

Baca Juga : Kasus Laporan Hak Cipta Lesti Kejora Bergulir, Rizky Billar Sambangi Polda Metro Jaya

“Menurut u di Indo kontribusinya kudu gimana si kak, dengan ekosistem begini. Lama-lama awardee diminta bikin roket ini mah,” tulis akun @skyandwaf***.Komentar serupa juga datang dari akun @noitc****, yang menulis, “Ya kan sbg public policy graduate gimana sih.. what u expect membangun candi prasmanan dalam 7 jam kah?”

Perdebatan ini pun berkembang menjadi diskusi yang lebih luas soal definisi “kontribusi” bagi alumni LPDP. Sebagian warganet juga menyinggung bahwa tidak ada aturan rinci yang secara spesifik mengatur bentuk kontribusi yang harus diberikan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebagai informasi, Tasya Kamila dikenal sebagai salah satu artis yang melanjutkan studi magister di luar negeri melalui beasiswa LPDP. Selama ini, ia aktif membagikan pengalaman pendidikan serta pemikirannya mengenai isu kebijakan publik melalui berbagai forum dan media sosial.

Topik Menarik