Japan Coast Guard Pinjamkan Jet Canggih untuk Latihan Personel Bakamla Pantau Perairan Jakarta
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kedatangan unsur udara Japan Coast Guard di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam kunjungan ini, Japan Coast Guard juga meminjamkan jet canggih untuk melakukan pelatihan pemantauan maritim bagi 6 personel Bakamla.
Japan Coast Guard Superintendent 1st-grade Takahashi Toru menjelaskan unsur udara Japan Coast Guard meminjamkan pesawat jet Gulfstream V yang sehari-hari digunakan patroli. Kegiatan yang digelar bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) itu bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dan keamanan laut di Indonesia.
"Untuk hari ini di Jakarta, kami meminjamkan beberapa pesawat dari Japan Coast Guard yang nanti akan dipakai dalam pelatihan oleh trainee-trainee yang telah disiapkan," kata Takahashi Toru, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Bakamla Tegaskan Peran Garda Terdepan Keamanan Laut pada HUT ke-20
Toru menjelaskan kapal ini memiliki kemampuan canggih untuk melakukan pemantauan maritim dari udara. Salah satu kemampuannya misalnya kapal ini bisa menjadi alutsista untuk mengumpulkan bukti kejahatan yang terjadi di perairan."Jadi dari atas pesawat, pesawat ini bisa menemukan misalnya ada berapa kapal, kapal itu sedang melakukan apa, misalnya tindak kejahatan apa itu bisa dijadikan bukti melalui foto-foto dari atas pesawat. Bisa dilihat juga kapalnya jenis apa, sedang melakukan apa, kemudian appereance kapal seperti, itu (informasi) bisa ditarik," tutur dia.
Lihat video: Bakamla RI Tegaskan Peran Garda Terdepan Keamanan Laut pada Hut Ke-80
Deputi Operasi dan Latihan Bakamla, Laksamana Muda Eko Wahjono menerangkan enam personel Bakamla yang ikut latihan akan bergabung dengan anggota Coast Guard dari Filipina dan Malaysia. Personel pada intinya akan berlatih mengoperasikan peralatan-peralatan yang tertanam di Gulfstream V milik Japan Coast Guard.Tiang Monorel Senayan Belum Tentu Dibongkar, Mensesneg: Tunggu Evaluasi Setelah Kuningan Rampung
"Karena tadi saya sudah masuk ke sana, itu bisa ada pengindera. Jadi ada pencitraan, sehingga langsung diwujudkan dalam bentuk kapal, "Oh ini kapalnya". Bisa di-zoom. Jadi terlihat. Inilah yang nantinya akan dipelajari oleh anggota kita dengan menggunakan Gulfstream. Di sana juga nanti ada pemandunya, oleh operatornya akan dijelaskan semuanya," sambung Eko.
Menurut Eko pelatihan ini dinilai penting lantaran Indonesia menurutnya memang memerlukan teknologi canggih untuk melakukan pengamanan maritim. Apalagi wilayah perairan di Indonesia juga terbilang luas.
"Karena ini sebetulnya untuk meng-cover semua wilayah itu perlu pesawat ini. Makanya ini kesempatan emas bagi Bakamla RI menerima pelatihan dari Japan Coast Guard dan UNODC untuk menangani masalah-masalah keamanan laut yang selama ini memang sangat masif di wilayah kita," ungkap dia.
"Kita kalau bisa nanti, kita berdoa mari minimal kita punya 10 Pak. Ini untuk kita sebar nanti di wilayah Barat, Tengah, dan Timur," tandasnya.









