Data Terkini Pengungsi Bencana Sumatera, 12.994 Orang Masih Tinggal di Tenda
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian melaporkan jumlah pengungsi terus mengalami penurunan jumlahnya. Hingga saat ini, data menunjukkan sebanyak 12.994 orang masih berada di tenda.
Hal ini dipaparkan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera DPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih sekarang menjadi lebih kurang 12.994 orang yang (masih) ada di tenda," kata Tito dalam laporannya.
Baca Juga: Dukung Tradisi Meugang di Aceh, Prabowo Salurkan Bantuan Rp72,75 Miliar
Dia merincikan, di Sumatera Barat (Sumbar) data menunjukkan sudah tidak ada lagi korban yang berada di tenda pengungsian. Sebelumnya, sebanyak 16.164 orang tercatat sebagai pengungsi."Sebelumnya 16.164 ada yang sudah pulang kembali, mendapat stimulan bantuan untuk rusak rumah ringan atau sedang, sedangkan yang berat atau yang hilang tinggal di huntara atau mendapat DTH. Jadi Sumbar kami sudah melakukan pengecekan di 16 kabupaten/kota tidak terdapat pengungsi di tenda," ujarnya.
Kemudian, di Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan masih terdapat korban yang tinggal di pengungsian, tetapi jumlahnya mengalami penurunan. "Pengungsi yang semula 53.523 itu ada 850 lagi di satu tempat lagi di Tapteng (Tapanuli Tengah)," tutur Tito yang juga menjabat sebagai Mendagri.
Jumlah pengungsi terbanyak dalam data ini berada di Aceh. Dari 1,4 juta orang yang mengungsi, kini tercatat tinggal 12.144 orang yang masih berada di tenda.
"Sebagaimana data di Aceh ada 12.144 paling banyak di Aceh Utara, 5.197. Kemudian Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireun, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya," pungkasnya.










