Museum Wayang Jakarta Dorong Retribusi Daerah lewat Wisata Budaya
Museum Wayang Jakarta terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata budaya sekaligus penyumbang pendapatan daerah melalui retribusi. Pembaruan konsep pameran dan pemanfaatan teknologi modern dinilai mampu meningkatkan minat kunjungan masyarakat.
"Kontribusi Museum Wayang terhadap retribusi daerah bukan sekadar angka, tetapi juga cerminan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi daerah. Setiap tiket yang dibeli pengunjung bukan hanya membuka pintu ke dunia wayang yang memesona, namun juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi pembangunan Jakarta," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Morris Danny seperti dikutip, Selasa (16/2/2026).
Baca Juga:Pajak Hotel di DKI Jakarta Berlaku Terbatas, Ini Penjelasannya
Sepanjang Januari hingga Juni 2024, jumlah pengunjung museum mencapai 95.244 orang. Tingginya minat tersebut tidak hanya mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap seni tradisional, tetapi juga berdampak langsung pada penerimaan daerah.
Dari jumlah kunjungan tersebut, museum mencatat penerimaan retribusi lebih dari Rp840 juta bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Capaian ini memperkuat posisi museum sebagai aset daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi budaya, tetapi juga sebagai sumber pemasukan berkelanjutan.
Tarif tiket masuk yang terjangkau menjadi salah satu faktor pendorong stabilnya kunjungan. Harga tiket berkisar Rp5.000 untuk anak-anak dan mahasiswa, Rp10.000–15.000 untuk dewasa, hingga Rp50.000 bagi wisatawan mancanegara, sehingga tetap membuka akses luas bagi masyarakat.
Aktivitas wisata museum juga memberi dampak ekonomi di kawasan Kota Tua Jakarta. Kehadiran pengunjung mendorong perputaran ekonomi di sektor usaha mikro, kuliner, serta transportasi di sekitar lokasi.
Baca Juga:Lapor Jual Kendaraan Jadi Kunci Menghindari Pajak Progresif
Revitalisasi besar yang dilakukan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta turut meningkatkan daya tarik museum. Fasilitas baru seperti ruang imersif 360 derajat, super hologram, teknologi AR/VR/MR, permainan gamelan digital, dan papan informasi interaktif kini melengkapi pengalaman pengunjung.
Pembenahan tersebut diharapkan terus meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus penerimaan retribusi daerah. Selain memperkuat fungsi edukasi budaya, pengembangan Museum Wayang juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jakarta.









