Trump dan Netanyahu Sepakat Putus Aliran Minyak Iran ke China

Trump dan Netanyahu Sepakat Putus Aliran Minyak Iran ke China

Ekonomi | sindonews | Senin, 16 Februari 2026 - 20:46
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk mengintensifkan kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran dalam pertemuan bilateral di Gedung Putih pekan ini. Fokus utama kesepakatan kedua pemimpin tersebut ialah membatasi ekspor minyak mentah Tehran ke China guna memutus jaring pengaman ekonomi utama bagi Republik Islam tersebut.

"Kami sepakat bahwa kami akan menerapkan tekanan maksimum secara penuh terhadap Iran, khususnya terkait penjualan minyak Iran ke China," ungkap seorang pejabat senior AS kepada Axios dikutip Senin (16/2/2026).

Baca Juga:Jenderal Top Iran: Perang Baru Akan Jadi Pelajaran Keras bagi Trump!

Strategi agresif ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi secara signifikan terhadap Tehran. Langkah tersebut diambil secara paralel dengan upaya pemerintahan Trump yang secara bersamaan tetap mengejar jalur negosiasi diplomatik mengenai program nuklir Iran.

Pilihan menyasar China dinilai strategis karena Beijing menyumbang lebih dari 80 ekspor minyak Iran, terutama melalui kilang-kilang independen atau "teapot" di Provinsi Shandong. Jika perdagangan ini berhasil dikurangi, hal tersebut diprediksi akan menjadi pukulan berat bagi keuangan Tehran yang selama bertahun-tahun bergantung pada pasar China di tengah sanksi Barat.Trump telah menandatangani keputusan eksekutif pada Januari lalu yang memberi wewenang untuk merekomendasikan tarif hingga 25 terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Namun, penerapan tarif terhadap China berisiko mempersulit hubungan Washington-Beijing, mengingat Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak di Beijing pada April mendatang.

Baca Juga:Imbas Sanksi AS, 292 Juta Barel Minyak Mentah Rusia dan Iran Terdampar di Laut

Di sisi diplomatik, putaran kedua pembicaraan antara perwakilan AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Selasa esok, menyusul diskusi produktif di Oman pekan lalu. Penasihat senior Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan memimpin delegasi AS untuk bertemu perwakilan Tehran guna mencari titik temu terkait isu nuklir.

Kendati sepakat soal tekanan ekonomi, Trump dan Netanyahu dilaporkan berbeda pandangan mengenai prospek kesepakatan politik. Netanyahu menyatakan skeptisisme bahwa Tehran akan menghormati perjanjian apa pun, sementara Trump merespons dengan lebih optimistis dan menyatakan bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan tetap terbuka untuk diteliti lebih lanjut.

Pertemuan di Gedung Putih yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut menandai pertemuan ketujuh antara kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat tahun lalu. Bagi Israel, memengaruhi negosiasi AS dengan Iran merupakan agenda prioritas karena memandang program nuklir Tehran sebagai ancaman keamanan eksistensial bagi negara tersebut.

Topik Menarik