Trump Sebut Anggota Board of Peace Janji Berikan Rp84,1 Triliun untuk Gaza, Apakah Itu Indonesia?

Trump Sebut Anggota Board of Peace Janji Berikan Rp84,1 Triliun untuk Gaza, Apakah Itu Indonesia?

Global | sindonews | Senin, 16 Februari 2026 - 06:51
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuknya telah berjanji memberikan USD5 miliar (lebih dari Rp84,1 triliun) untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang brutal Israel. Menurutnya, anggota tersebut juga mengerahkan ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan pasukan polisi untuk wilayah tersebut.

Janji-janji tersebut akan diumumkan secara resmi ketika para anggota dewan berkumpul di Washington pada hari Kamis mendatang untuk pertemuan perdana BoP.

Baca Juga: Media Israel: Indonesia Akan Jadi Negara Pertama yang Kerahkan Tentara ke Gaza

"Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi badan internasional yang paling berpengaruh dalam sejarah, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya," kata Trump dalam unggahan media sosial yang mengumumkan janji-janji tersebut, seperti dikutip AP, Senin (16/2/2026).

Dia tidak merinci negara anggota mana yang memberikan janji untuk rekonstruksi atau akan menyumbangkan personel untuk pasukan stabilisasi.

Namun, militer Indonesia mengatakan bahwa hingga 8.000 pasukannya diperkirakan siap pada akhir Juni untuk potensi penempatan ke Gaza sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan perdamaian. Ini adalah komitmen tegas pertama yang diterima Trump.Membangun kembali wilayah Palestina itu akan menjadi upaya yang berat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, dan Uni Eropa memperkirakan bahwa rekonstruksi wilayah tersebut akan menelan biaya USD70 miliar. Hanya sedikit tempat di Jalur Gaza yang tidak terkena dampak pengeboman Israel selama lebih dari dua tahun.

Kesepakatan gencatan senjata menyerukan pembentukan ISF bersenjata untuk menjaga keamanan dan memastikan pelucutan senjata kelompok Hamas, tuntutan utama Israel. Sejauh ini, hanya sedikit negara yang menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pasukan yang diusulkan tersebut.

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS pada 10 Oktober berupaya menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun antara Israel dan Hamas. Meskipun pertempuran terberat telah mereda, pasukan Israel telah melakukan serangan udara berulang kali dan sering menembaki warga Palestina di dekat zona yang dikuasai militer.

Tidak jelas berapa banyak dari lebih dari 20 anggota BoP yang akan menghadiri pertemuan perdana. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengadakan pembicaraan di Gedung Putih dengan Trump pekan lalu, diperkirakan tidak akan hadir.

BoP Trump awalnya dipandang sebagai mekanisme yang berfokus pada pengakhiran perang Israel-Hamas di Gaza. Tetapi dewan ini telah terbentuk dengan ambisinya untuk mandat yang jauh lebih luas dalam menyelesaikan krisis global dan tampaknya merupakan upaya terbaru AS untuk menghindari PBB karena Trump bertujuan untuk mengatur ulang tatanan internasional pasca-Perang Dunia II.Banyak sekutu utama Amerika di Eropa dan tempat lain menolak untuk bergabung dengan apa yang mereka curigai sebagai upaya untuk menyaingi Dewan Keamanan (DK) PBB.

Trump juga mengonfirmasi bahwa pertemuan hari Kamis mendatang akan berlangsung di Institut Perdamaian AS, yang oleh Departemen Luar Negeri diumumkan pada bulan Desember akan tetap menjadi Institut Perdamaian Donald J. Trump AS.

Gedung tersebut menjadi subjek litigasi yang diajukan oleh mantan karyawan dan eksekutif lembaga think tank nirlaba tersebut setelah pemerintahan Partai Republik menyita fasilitas tersebut tahun lalu dan memecat hampir semua staf institut tersebut.

Topik Menarik