IHSG Bangkit Lagi 3,49 dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja pasar modal yang menguat sepanjang periode perdagangan 9-13 Februari 2026, ditopang kenaikan kapitalisasi pasar, indeks saham, serta aktivitas transaksi. Dari sisi perdagangan saham, volume transaksi harian meningkat 4,73 menjadi 45,24 miliar lembar saham dibanding pekan sebelumnya 43,20 miliar lembar.
Kapitalisasi pasar naik 3,83 menjadi Rp14.889 triliun, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,49 ke level 8.212,271 dari 7.935,260. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik tipis 0,37 menjadi 2,74 juta kali transaksi. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 6,27 menjadi Rp23,20 triliun dari Rp24,75 triliun pada pekan sebelumnya.
BEI mencatat investor asing membukukan jual bersih Rp2,03 triliun pada hari terakhir perdagangan pekan tersebut, sehingga secara year-to-date 2026 nilai jual bersih asing mencapai Rp16,49 triliun.
Baca Juga: BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham
Dalam periode yang sama, BEI juga mencatatkan dua obligasi dan satu sukuk baru senilai total lebih dari Rp1,8 triliun. Dalam konferensi pers bersama Otoritas Jasa Keuangan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada awal pekan, otoritas pasar modal menegaskan percepatan reformasi integritas pasar melalui peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan data investor yang lebih rinci, serta penyesuaian bertahap kebijakan free float.
Mengutip siaran pers PT BEI, pada 12 Februari obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2026 yang diterbitkan PT Hino Finance Indonesia resmi tercatat dengan nilai Rp800 miliar dan peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Wali amanat instrumen ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: Pasar Saham Gonjang-ganjing, Hashim Sebut Prabowo Marah Besar
Sehari kemudian, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III senilai Rp889 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III senilai Rp210,1 miliar. Kedua instrumen tersebut memperoleh peringkat AA+(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan wali amanat PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Secara kumulatif sepanjang 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 19 emisi dari 13 emiten dengan nilai Rp14,56 triliun. Hingga kini, total instrumen obligasi dan sukuk tercatat berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta.
Selain itu, terdapat 190 seri Surat Berharga Negara senilai Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta serta tujuh emisi Efek Beragun Aset senilai Rp3,69 triliun.










