Jarang Tampil di Panggung, Arief Winarto Ten2Five Berjuang Melawan Penyakit Langka

Jarang Tampil di Panggung, Arief Winarto Ten2Five Berjuang Melawan Penyakit Langka

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 8 Februari 2026 - 21:01
share

Sosok Arief Winarto, sang pendiri sekaligus pemain bas yang biasanya energik di atas panggung, kini jarang terlihat membersamai penampilan Ten2Five. Bukan tanpa alasan, hal itu ternyata disebabkan sakit yang diderita Arief saat ini.

“Masih bermain lagi masih bermain dan aku masih main lagu di gitar kurang kan lagi break lagi break Ini ini pasti sembuh nih suatu saat," ungkap Arief dalam sesi wawancara khusus usai Ten2Five tampil di acara Music Zone Okezone, Sabtu (7/2/2026).

Pencipta lagu I Will Fly itu mengungkapkan bahwa dirinya saat ini tengah berjuang melawan sebuah gangguan kesehatan saraf yang tergolong langka bernama Distonia. Kondisi tersebut terbilang misterius, lantaran sifatnya yang "idiopatik" atau belum diketahui penyebab pastinya.

Baca Juga : Tampil Energik, Ten2Five Bawa Penonton Music Zone Okezone Nostalgia Bareng

"Namanya distonia, distonia idiopatik jadi tidak bisa diketahui penyebabnya apa. Benar-benar nggak tahu penyebab apa, belum diketahui,” ucap dia.Dampak dari Distonia ini dirasakan langsung pada fisik Arief. Ia menceritakan bahwa seluruh tubuhnya, terutama bagian leher, mengalami kekakuan. Dimana kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi kemampuannya bermain musik, tetapi juga cara berkomunikasinya sehari-hari.

"Yang dirasain badannya kaku, lehernya kaku, terus yang ngomongnya rada kaku ya gitu dan lehernya kaku ya. Jadi kalau megang lehernya kaku, ya badannya juga ikut kaku," pungkas Arief.

Baca Juga : Panggung Kian Membara, TOP 14 Indonesian Idol Season XIV Siap Bertarung di Spektakuler Show!

Melansir dari Mayo Clinic, Distonia merupakan gangguan gerakan yang menyebabkan otot berkontraksi seperti gerakan memutar atau gerakan lain yang terjadi berulang kali dan di luar kendali penderita. Hingga saat ini, belum ada obat maupun terapi yang ditemukan untuk penderita distonia.

Gejalanya berbeda-beda pada setiap individu, namun bisa dilihat dari ciri umum yang biasanya bermula di satu area (fokal) seperti leher atau lengan, terutama jika muncul setelah usia 21 tahun. Kondisi tersebut bisa dipicu oleh aktivitas spesifik (misalnya menulis) dan diperburuk oleh stres, kelelahan, atau kecemasan. Distonia juga bisa menyebar ke area tubuh di sekitarnya seiring berjalannya Waktu.

Topik Menarik