Dibayangi Beban Utang Baru Rp1.650 Triliun, Purbaya: Tak Ada Alasan Ketakutan
Terkait keraguan pasar atas kemampuan bayar utang Indonesia, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, tidak ada alasan untuk khawatir. Sebelumnya ekonom memprediksi pemerintah akan menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan utang pada 2026.
"Nggak ada alasan ketakutan kita nggak bisa bayar atau kita nggak mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya nggak ada masalah. Ini saya pikir hanya yang jangka pendek saja ya. Kalau orang yang penakut ya akan takut," ungkap Purbaya usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat (6/2).
Baca Juga: Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif
Kebutuhan untuk menarik utang baru secara bruto diyakini jauh lebih besar yakni mencapai Rp1.650 triliun. Angka tersebut meliputi kebutuhan untuk menutup defisit anggaran dan, yang lebih signifikan, untuk melunasi pokok utang lama yang jatuh tempo pada tahun berjalan.
Sementara itu terkait Moody's Rating yang mempertahankan rating utang Indonesia Baa2, namun memangkas outlook dari stabil menjadi negatif. Menkeu menyadari bahwa Moody’s mungkin mengkhawatirkan beban anggaran dari program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).Untuk itu Ia berkomitmen akan menyisir langsung anggaran di setiap kementerian dan lembaga guna memastikan tidak ada kebocoran atau pemborosan. Baca Juga: Jaga Defisit APBN di Bawah 3, Purbaya Sentil Lembaga Rating: Suruh Becermin
"Program MBG kita pastikan berjalan tempat sasaran, efektif dan efisien. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody’s juga khawatir di situ. Saya sekarang boleh melihat anggaran Kementerian Lembaga yang lain, kata DPR. Saya akan lihat satu-satu," jelas Purbaya.










