Inacraf 2026, PosIND Siapkan Logistik UMKM Menuju Pasar Nasional dan Global
Inacraft 2026 dihelat di Jakarta International Convention Center (JICC). Pesta kriya tahunan ini ditarget mendapatkan transaksi Rp102 miliar dan 100.000 pengunjung. Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama istri Selvi Ananda, yang juga menjabat ketua umum Dekranas, hadir dalam pembukaaan, Rabu (4/2/2026).
Tahun ini Pos Indonesia (PosIND), melalui Direktorat Kurir dan Logistik hadir sebagai Official Logistic Partner Inacraft 2026. Peran itu bukan kosmetik belaka, melainkan jantung ekosistem dari geliat ekonomi melalui UMKM.
“Hadirnya PosAja! di acara ini adalah komitmen nyata kami sebagai official logistic partner Inacraft. Kami memastikan produk yang ditransaksikan di sini berhasil dikirim sampai tujuan, seller bisa santai, customer bisa belanja banyak, kami yang mengirimkan sampai ke tempat,” kata Senior Vice President Retail Business Divisi Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Helly S Halimah. Baca juga:Kolaborasi BTN dan PosIND, Perluas Jangkauan Nasabah hingga Wilayah 3T
Menurut Helly, Inacraft adalah panggung strategis untuk membuktikan bahwa logistik menentukan masa depan UMKM. Ia mengingatkan, ribuan kreator datang dari seluruh Indonesia dengan membawa produk terbaik, banyak di antaranya dibeli pengunjung luar kota bahkan luar negeri.
“Kami boleh mengklaim memiliki jaringan paling luas di Indonesia. Pos Indonesia punya lebih dari 11.500 titik layanan dengan 4.000 loket pos, sekitar 3.000 Agenpos, dan kurang lebih 3.000 drop point. Ketika bicara UMKM, PosAja! paling kuat untuk bisa men-support mereka,” ujarnya.Secara nasional, lanjut Helly, biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak pelaku UMKM mengaku kesulitan menembus pasar karena ongkos kirim dan kerumitan prosedur ekspor. “Tidak semua paham cara kirim ke luar negeri, mana barang berbahaya, mana yang harus karantina. Tim kami mengawal sampai barang tiba. Beda negara beda treatment,” jelasnya.
Helly menekankan bahwa peran Pos Indonesia telah bergeser. Bukan lagi sekadar mengantar paket, tetapi menjadi mitra pertumbuhan. Ia menyebut banyak pelaku UMKM belum memahami peta besar ekspor. Mulai dari barang yang masuk kategori dangerous goods, kebutuhan karantina, hingga perbedaan regulasi tiap negara.
“Kami punya tim yang mengawal sampai barang benar-benar tiba. Beda negara beda treatment, mana yang lewat udara, laut, atau darat. Seller dan customer tidak perlu pusing, kami yang bantu memikirkan itu,” tuturnya.
Dalam pandangannya, logistik harus berubah menjadi ekosistem. Pos Indonesia kini menyiapkan platform PosAja UMKM agar pelaku usaha bisa membuka storefront daring, terhubung dengan sistem kirim, hingga layanan warehousing.
“Harapan kami, PosAja! tidak hanya dikenal sebagai produk pengiriman, tapi sebagai partner tumbuh bersama. Kami ingin membantu A sampai Z supaya UMKM jadi besar, tumbuh bareng, grow together,” jelasnya.Visi itu diterjemahkan menjadi layanan nyata di JICC. Pengunjung menikmati diskon pengiriman hingga 10, potongan tarif kargo, dan layanan same day Jabodetabek. Enam booth satelit dan satu booth utama menjadi titik temu penjual–pembeli.
Risma dari tim aktivasi PosAja! menjelaskan pendekatan mereka. “Kami melakukan grebek seller setiap jam tertentu agar mereka mengaktifkan posaja.id. Resi bisa ditukar main spin wheel dan dapat merchandise. Responsnya sangat positif,” ujarnya. Baca juga:Berminat Kuliah Program Studi Studi Seni Kriya? Ini Prospek Kerjanya
Seorang pembeli asal Semarang yang menitipkan empat kardus keramik senang dengan kehadiran PosIND. “Kalau tidak ada PosAja!, mungkin saya cuma beli separuh. Sekarang berani borong,” katanya.
Di booth Edithouse, pelaku UMKM Edita memajang fesyen ecoprint ramah lingkungan. Baginya, dukungan logistik menentukan keberanian menembus pasar. “PosAja sangat terpercaya, baik nasional maupun internasional. Prosesnya cepat, aplikasinya user friendly,” tuturnya.










