BGN Tegaskan MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Termasuk untuk Ibu Hamil dan Balita

BGN Tegaskan MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Termasuk untuk Ibu Hamil dan Balita

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:18
share

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Meski terdapat penyesuaian jadwal bagi siswa sekolah, layanan gizi untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat mekanisme distribusi agar program pemenuhan gizi nasional ini tidak terhenti selama bulan puasa.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas Dimatangkan, Kapan Dimulai?

"Untuk Ramadan, Makan Bergizi akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan," kata Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Dadan menegaskan bahwa tidak ada pergeseran waktu maupun skema untuk kelompok prioritas. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah lima tahun (balita) akan tetap menerima pasokan makanan bergizi seperti hari-hari biasa. "Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal," ujarnya.

Dadan mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan intervensi gizi bagi pencegahan stunting dan kesehatan ibu tetap terjaga secara optimal sepanjang bulan Ramadan.

Baca juga: BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG

Sementara itu, untuk penerima manfaat di sektor pendidikan, BGN melakukan penyesuaian teknis berdasarkan kondisi wilayah dan institusi.

Di daerah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, makanan akan tetap dikirimkan ke sekolah. Namun, menu yang disiapkan adalah jenis makanan yang lebih tahan lama sehingga bisa dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.Di daerah dengan mayoritas penduduk yang tidak berpuasa, layanan MBG akan tetap berjalan normal dengan jadwal konsumsi siang hari seperti biasa.

Khusus untuk pesantren, jadwal makan akan digeser sepenuhnya ke waktu berbuka puasa. Hal ini dimungkinkan karena dapur layanan gizi berada dalam satu kawasan atau berdekatan dengan tempat tinggal para santri.

BGN menyatakan bahwa saat ini seluruh teknis pelaksanaan terus dimatangkan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa transisi jadwal selama Ramadan tidak mengurangi kualitas gizi maupun sasaran penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah.

Topik Menarik