KPK Ungkap Oknum Bea Cukai Siapkan Safe House untuk Simpan Uang dan Logam Mulia
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 6 tersangka kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Penetapan ini buntut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang turut menyita puluhan miliar dan 3 kg logam mulia.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menuturkan para oknum tersebut menyiapkan safe house untuk menyimpan uang hingga logam mulia tersebut. "Jadi memang disiapkan secara khusus untuk tempat penyimpanan," ujarnya, Jumat (6/2/2026).
KPK masih mendalami perihal atas nama siapa kepemilikan safe house tersebut. "Untuk punyanya siapa nanti kami cek dulu. Jadi memang ini disewa secara khusus," katanya. Baca juga: Kasus Suap Importasi Barang di Bea Cukai, KPK Sita Rp40,5 Miliar dan Emas 5,3 Kg
KPK menyita total uang Rp40,5 miliar dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi impor barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Barang bukti tersebut diamankan dari sejumlah tempat.
"Tim KPK juga mengamankan barang bukti dari kediaman Rizal, Orlando dan PT Blueray, serta lokasi lainnya, yang diduga terkait dengan tindak pidana total senilai Rp40,5 miliar," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/2/2026). Barang bukti yang disita penyidik KPK antara lain uang tunai pecahan rupiah senilai Rp1,89 miliar, uang tunai dalam bentuk Dolar Amerika Serikat (AS) sejumlah 182.900 dolar AS. Uang tunai dalam bentuk Dolar Singapura sejumlah 1,48 juta dolar Singapura.
Kemudian, uang tunai dalam bentuk Yen Jepang sejumlah 550.000 yen, logam mulia seberat 2,5 kg atau setara Rp7,4 miliar, logam mulia seberat 2,8 Kg atau setara Rp8,3 miliar, 1 jam tangan mewah senilai Rp138 juta.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 6 tersangka dalam suap dan gratifikasi importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Namun, satu di antaranya yakni John Field selaku Pemilik PT Blueray berhasil melarikan diri saat OTT.
Enam tersangka yakni Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-Januari 2026. Lalu, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC), Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC).
Kemudian, John Field selaku Pemilik PT Blueray, Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray dan Deddy Kurniawan selaku Manager Operasional PT Blueray.









